Selasa, 28 Juli 2026

Arogansi Pejabat Pemko Sibolga Dikecam, Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Demonstrasi Panas

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 28 Juli 2026 | 17:09 WIB
Puluhan Jurnalis Sibolga dan Tapanuli Tengah ketika menggelar aksi  (Jhon Henri Silaban Nawacita)
Puluhan Jurnalis Sibolga dan Tapanuli Tengah ketika menggelar aksi (Jhon Henri Silaban Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Suasana di depan Kantor Wali Kota Sibolga mendadak tegang pada Senin (27/7/2026) pagi. Puluhan jurnalis dari berbagai media siber yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar aksi unjuk rasa lantaran arogansi pejabat Pemko Sibolga dikecam keras akibat dugaan tindakan pelecehan profesi hingga pengusiran wartawan.

Aksi ini dipicu oleh ulah Plh Asisten Pemko Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, yang diduga melakukan pengusiran terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kantor Camat Sibolga Utara pada 13 Juli lalu.

Pantauan wartawan Media Nawacita Indonesia di lokasi, gerbang utama kantor wali kota ditutup rapat dan dijaga ketat oleh personel Satpol PP dari balik pagar. Sementara itu, barisan aparat kepolisian dari Polres Sibolga tampak bersiaga memblokade area luar pagar demi mengamankan jalannya aksi.

Baca Juga: Hotman Paris Mendadak Mundur, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Kehilangan Benteng Utama!

Laporan Polisi Menggantung dan Tuntutan 'Copot Si Botak'

Milson Silalahi koordinator aksi demo (Jhon Henri Silaban Nawacita)

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Milson Silalahi memprotes keras kejelasan hukum atas dugaan pelecehan profesi yang dilakukan oleh pejabat tersebut di Polres Sibolga.

"Perlu kami garis bawahi yang terhormat Bapak Denni Aprilsyah Lubis. Ingat ya, laporan kami atas nama wartawan masih di Polres Sibolga sampai sekarang, belum terjawab apakah itu SP3 atau ditindaklanjuti? Perkaranya soal postingan masih ada sama kami. Ini sudah yang kedua kalinya beliau melecehkan wartawan," tegas Milson dengan nada tinggi, yang langsung disambar teriakan massa, "Copot si botak!"

Milson juga menyayangkan rekam jejak sang pejabat yang pernah bertugas di Bagian Humas, namun kini justru dinilai terkesan paling hebat, sok mengajari tugas jurnalistik, serta membawa-bawa narasi politik yang memicu polarisasi di kalangan media Sibolga-Tapteng.

Baca Juga: Diteror Hingga 'Berdiri di Tepi Jurang', Nanik S Deyang Mundur Dari BGN!

Soroti Etika ASN dan Diskriminasi UKW

Sudirman Halawa ketika orasi (Jhon Henri Silaban Nawacita)

Kritikan tak kalah menohok dilontarkan oleh Sudirman Halawa. Sambil memegang pengeras suara dan memperagakan ulang video viral saat sang pejabat menyoal sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), ia menantang Denni Aprilsyah Lubis berdialog secara terbuka.

"Saudarakan pejabat, seharusnya adakan tindakan preventif. Masa ASN tidak ada etikanya? Kami wartawan ada etika jurnalistik," seru Sudirman.

Sejumlah orator lain menilai pejabat Pemko tersebut gagal memahami UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN yang mewajibkan pelayanan publik tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Jalan Menuju Kebahagiaan: Ribuan Orang Bakal Padati Pekanbaru Demi Temukan Sukacita Sejati

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini