NAWACITAPOST.COM — Sebuah drama birokrasi yang sarat misteri tengah tersaji di pusaran Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Jawaban singkat berbunyi, “Maaf Pak, masih ada kegiatan di luar..” kini bukan lagi sekadar alasan klasik. Kalimat irit dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) tersebut diduga kuat menjadi tameng besi untuk menutup rapat sebuah rahasia besar: Skandal dugaan penyimpangan dana bantuan banjir bandang 2025.
Sikap bungkam ini menjadi ironi yang menghentak publik. Pasalnya, sang Walikota sendiri yang secara tegas telah memberikan mandat penuh agar seluruh tabir informasi dibuka melalui dinas tersebut. Namun di lapangan, perintah sang pimpinan daerah bak angin lalu.
Kronologi Pembungkaman: Panggilan Gagal, Mandat Diabaikan
Berdasarkan bukti rekaman komunikasi tertanggal 24 Juni 2026, upaya menembus dinding transparansi Dinas Kominfo berujung pada jalan buntu:
Baca Juga: Panggung Mahakarya Jabar: Ketika Tradisi Berubah Menjadi Tren Masa Depan di PKJB 2026!
-
Panggilan Suara: Diabaikan berkali-kali hingga berstatus "panggilan gagal".
-
Pesan Resmi: Pihak pemohon telah melayangkan pesan konfirmasi tajam: “Berdasarkan pernyataan Walikota tanggal 08 Juni 2026 di Kelurahan Sihitang, kami mohon konfirmasi resmi terkait dugaan dana bantuan banjir tidak tepat sasaran.”
-
Respon Dingin: Alih-alih memberikan waktu atau kepastian, Kadis Kominfo hanya membalas dengan satu kalimat menghindar tanpa ujung.
Kilas Balik, 08 Juni 2026 (Kelurahan Sihitang):
Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai kejelasan nasib dana bantuan banjir, Walikota Padangsidimpuan menjawab dengan baris kalimat yang clear:
“Langsung ke dinas Kominfo Komunikasi ya.”
Hampir tiga minggu berlalu sejak instruksi orang nomor satu di kota itu diucapkan. Mandat itu kini menggantung di udara. Pertanyaan liar pun mulai bermunculan di benak publik: Apakah Kadis Kominfo seberani itu menentang perintah Walikota? Atau justru, dia memang "ditugaskan" untuk menjadi benteng pelindung penyimpangan ini?
Empat Dosa Transparansi: Apa yang Sedang Disembunyikan?
Sikap "kucing-kucingan" dan bungkam total dari dinas yang seharusnya menjadi penyambung lidah pemerintah ini justru memperkuat indikasi adanya borok yang ditutupi. Publik mengendus empat dugaan krusial:
-
Ketakutan Data: Ada indikasi kuat ketakutan membuka data karena daftar penerima bantuan diduga fiktif atau tidak sesuai realita di lapangan.
-
Sengaja Menghambat Informasi: Hak publik atas informasi sengaja diamputasi demi melindungi oknum-oknum yang diduga memanipulasi dana kemanusiaan bernilai ratusan miliar rupiah.
Artikel Selanjutnya
Tiga Tahun di Neraka Penyekapan, Mengapa Birokrasi Justru Menghambat Keadilan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Tags
Terkini
Menghitung Hari Ambruknya Dermaga Pemindangan, Ketika Nyawa Nelayan Dipertaruhkan Demi Rupiah
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:56 WIB Motto Indah di Atas Kertas, Nyawa Pasien Dipertaruhkan dalam Antrean Berjam-jam di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek!
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:56 WIB Tragisnya Pasar Baru Kedondong, Terperangkap Bom Waktu Sampah dan Saling Lempar Tanggung Jawab
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB Misteri Dana Banjir Padangsidimpuan, Pembangkangan Kadis Kominfo atau Skenario Bungkam?
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB Nestapa di Balik Lumpur Padangsidimpuan, Ratusan Miliar Dana Bantuan Diduga "Menguap" Tanpa Jejak
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB 25 Tahun "Dibuang" Birokrasi, Dipajaki Tanpa Hak, Anak Negeri Jadi Korban Ambiguitas yang Diduga Sengaja Dipelihara!
Rabu, 24 Juni 2026 | 08:54 WIB Menyengat 'Parfum' Racun Pasar Kedondong, Kadis Bungkam, ke Siapa Rakyat Mengadu?
Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB Investasi 'Siluman' Vila dan Galangan Kapal Ancam Surga Konservasi Wairterang!
Senin, 22 Juni 2026 | 10:21 WIB Sekolah Mirip Kandang Hewan, Guru di Padangsidimpuan Mengais "Upah" Rp300 Ribu dari Swadaya Warga!
Senin, 22 Juni 2026 | 10:20 WIB Misteri Truk Merah dan Aroma "Tangkap Lepas" Mafia Solar di Dit Polairud Polda Sumut
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:20 WIB Ironi Anggaran di Balik Sekolah ‘Kandang Hewan’: Saat Dana Pusat Diduga Menguap, Pejabat Padangsidimpuan Kompak Tiarap!
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:36 WIB Mengorbankan Perut Rakyat Demi Prosedur: 7 Bulan Korban Bencana Tapteng Terlantar, Diwarnai 'Drama Kebohongan' Pejabat Pemkab!
Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB Sengkarut 329 Hektar Lahan PTPN 7, Massa Geruduk BPN Pesawaran!
Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB Skandal Batas Gaib: Warga Setor Pajak ke Padangsidimpuan, Tapi Hak Dilempar ke Tapanuli Selatan!
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIB Sandiwara Anggaran di Balik Sunyinya Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Picu Mahasiswa Lakukan Aksi Damai
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:01 WIB Ironi Tapal Batas Padangsidimpuan, Bayar Pajak ke Kas Negara Tapi Hak Rakyat "Dianaktirikan"
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB Menembus Batas Sejarah: RUU Masyarakat Adat, Momentum Emas Menembus Janji Konstitusi yang Tertunda
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB Ultimatum dari Bagas Godang Raja Luat: Aksi Massa Besar-besaran Menanti, Presiden Prabowo Resmi Disurati
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:07 WIB Mengguncang Panggung Megah IPB: Air Mata dan Tawa Siswa SMK Bina Sejahtera 3 Pecah di ‘Gado-Gado Sastra’!
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB Genderang Perang Ditabuh! Mantan Kasat Narkoba Polres Siak Resmi Nakhodai LAN Riau, Siap Babat Habis Peredaran Gelap Narkotika
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Artikel Terkait
Tiga Tahun di Neraka Penyekapan, Mengapa Birokrasi Justru Menghambat Keadilan?
Alarm Bahaya Kemarau Ekstrem: Jabar Bersiap Hadapi Ancaman 'Dua Sisi' Krisis Kesehatan!
Gerbang Tahap 1 Ditutup! Ratusan Ribu Calon Siswa Jabar Bersiap Menuju Babak Baru
Bekasi Juara Satu! Sukses Taklukkan Sensus Penduduk, Kini 1.100 Pasukan Siap Guncang Sektor Ekonomi
Bekasi Darurat Listrik: Wali Kota Tri Adhianto Ambil Langkah Taktis, Pelayanan Publik Haram Lumpuh!