NAWACITAPOST.COM — Kabut hitam pekat kembali menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sebuah institusi yang seharusnya menjadi tempat suci bagi anak bangsa untuk menimba ilmu dan meraih masa depan, justru berubah menjadi panggung mimpi buruk yang mengerikan.
Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Angkola Selatan (Angsel) berinisial MTH, kini menjadi buruan utama sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum. MTH diduga kuat telah menjelma menjadi "predator" di lingkungan sekolahnya sendiri, melakukan tindakan asusila, pencabulan, dan pelecehan seksual terhadap siswinya yang masih di bawah umur.
Mirisnya, aksi bejat ini tidak dilakukan di tempat tersembunyi, melainkan di dalam ruang kerja Kepala Sekolah—sebuah ruangan yang seharusnya sakral dan sarat akan wibawa kepemimpinan.
Dosa Masa Lalu yang Terbongkar Lewat Rekaman Mata Digital
Bak sepandai-pandainya melompat akhirnya jatuh juga, borok yang selama ini tersimpan rapat sepanjang tahun 2025 akhirnya meledak ke permukaan. Jagat maya Tapanuli Selatan mendadak gempar. Grup-grup percakapan WhatsApp warga hingga beranda Facebook dipenuhi oleh gelombang kemarahan setelah bukti-bukti krusial mulai bocor ke publik.
Informasi yang dihimpun tim media mengungkapkan fakta yang menyayat hati:
- Korban Pelajar Aktif: Korban—sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya)—adalah anak didiknya sendiri yang masih di bawah umur. Sosok yang seharusnya dilindungi dan dibimbing, justru dijadikan mangsa oleh pimpinan tertinggi di sekolah tersebut.
- Aksi Berulang kali: Tindakan keji ini diduga bukan sekadar kekhilafan satu kali, melainkan aksi berulang yang dilakukan secara sistematis sepanjang tahun 2025 memanfaatkan relasi kuasa.
- Bukti Digital CCTV: Senjata utama yang kini dipegang oleh publik dan keluarga korban adalah rekaman CCTV. Rekaman itu menangkap jelas gerak-gerik mencurigakan dan detil peristiwa nahas yang menimpa Melati. Mata digital ini menjadi saksi bisu yang siap meruntuhkan tembok pembelaan pelaku.
Baca Juga: Drama Tujuh Bulan di SMAN 1 Angkola Selatan: Putra Daerah Desak Polres Tapsel Seret Oknum Guru!
Aksi Bungkam MTH: Sinyal Rasa Bersalah?
Upaya konfirmasi dan perburuan informasi terus dilakukan oleh awak media demi mencari kebenaran berimbang. Namun, hingga Jumat (29/5/2026), MTH memilih taktik tiarap.
Upaya menemui langsung, melayangkan pesan singkat, hingga panggilan telepon via WhatsApp sama sekali tidak direspons. Sikap bungkam seribu bahasa dari sang mantan kepala sekolah ini justru mempertebal keyakinan publik bahwa ada skandal besar yang sedang berusaha ia sembunyikan.
Perlawanan terhadap bungkamnya pelaku disuarakan lantang oleh masyarakat. Seorang warga Kelurahan Napa yang identitasnya dirahasiakan, dengan berani menyebarkan informasi ini ke berbagai lini massa.
"Kami marah! Profesi pendidik yang mulia ini dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kasus ini tidak boleh diredam," tegasnya.
Tiga Tuntutan Darah Publik: Hukum Jangan Mau Kalah dengan Jabatan!
Mengingat pelaku adalah mantan pejabat sekolah yang memiliki pengaruh dan jaringan kuasa, kekhawatiran akan adanya upaya "penjinakan" kasus atau "main belakang" sangat tinggi. Karena itu, masyarakat Tapanuli Selatan bersatu menyuarakan tiga tuntutan mutlak:
Baca Juga: Aroma Sekongkol di Tapanuli Selatan: Tender Mendadak Rontok, Dua Kontraktor Siap Kepung Jalur Hukum!
Artikel Terkait
Potret Buruk APBD Pesawaran: Proyek Miliaran 'Utang' ke 2026, Gedung DPRD Dimanja, Jeritan Bocah Hurun Diabaikan?
Jelang Libur Idul Adha 2026, Penumpang KA di Daop 7 Madiun Naik 9 Persen
Selebrasi 27 Tahun Sman 9 Bogor: Tak Sekadar Pesta, Cetak Prestasi "Top 3" Jalur SNBP!
BPBD Diduga Rekayasa Data, Warga Padangsidimpuan Desak Kejagung Turun Tangan!
Misteri "Laptop Gaib" Libera dan Teka-teki Dana BOS di Pesawaran: LSM Melapor, Kepala Sekolah Mengingkar!