NAWACITAPOST.COM — Puing-puing sisa banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara sepanjang Maret hingga November 2025 belum lagi bersih, namun badai baru yang jauh lebih destruktif kini menghantam lini birokrasi. Dugaan manipulasi data korban bencana mencuat ke permukaan, memicu amarah publik yang merasa hak-hak mereka telah dirampok secara terstruktur di atas kertas.
Fakta lapangan mencatat 1.702 rumah hancur dan rusak berat di 19 titik yang tersebar di 6 kecamatan. Aliran Sungai Batang Ayumi, Aek Sibontar, Aek Haloban, dan Aek Batang Angkola menjadi saksi bisu jeritan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Namun, lewat sebuah "keajaiban" administratif, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan diduga memangkas angka tersebut secara drastis menjadi hanya 1.133 Kepala Keluarga (KK). Alasan yang dipakai? Diklaim hanya karena mereka “berada di zona merah bantaran sungai”.
Baca Juga: Selebrasi 27 Tahun Sman 9 Bogor: Tak Sekadar Pesta, Cetak Prestasi Top 3 Jalur SNBP!
Misteri Hilangnya Kategori 'Rusak Ringan dan Sedang'
Ada kejanggalan luar biasa yang dinilai tidak masuk akal sehat. Dalam laporan resmi BPBD, TIDAK ADA SAMA SEKALI catatan untuk kategori rumah rusak ringan maupun rusak sedang. Sebuah anomali dalam hukum bencana: bagaimana mungkin sebuah bencana besar menyapu ribuan rumah tanpa meninggalkan efek kerusakan menengah?
"Ini bukan kesalahan administrasi biasa. Ini adalah rekayasa terstruktur! Data ini dibuat untuk menipu rakyat, menipu Presiden, dan menipu negara," cetus perwakilan warga dengan nada geram.
Dampaknya sangat fatal. Data yang diduga palsu ini telah telanjur dijadikan dasar utama untuk pengajuan:
- Usulan Bantuan Presiden (Banpres).
- Alokasi dana dan logistik ke BNPB RI.
- Penyaluran bantuan sosial melalui Kementerian Sosial RI.
- Laporan resmi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Masyarakat menduga kuat, manipulasi angka ini sengaja dilakukan agar anggaran besar dari pusat dapat dipotong, dialihkan, atau dimainkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat.
Baca Juga: Jelang Libur Idul Adha 2026, Penumpang KA di Daop 7 Madiun Naik 9 Persen
Lima Tuntutan Keramat: Dari Kejagung hingga Istana Negara
Gerah dengan bantuan yang diterima jauh di bawah hak yang seharusnya, warga Padangsidimpuan bersatu menyuarakan perlawanan. Mereka melayangkan lima tuntutan keras yang ditujukan langsung ke jantung kekuasaan:
- Kejaksaan agung RI: Turunkan Tim Penyelidikan Khusus! Lakukan audit investigatif, verifikasi lapangan, telusuri aliran dana dari pusat, dan seret sang dalang ke penjara.
- BNPB RI: Batalkan laporan data dari BPBD Padangsidimpuan. Lakukan penilaian mandiri secara independen dan transparan.
- Kementerian Sosial RI: Hentikan penyaluran bantuan berbasis data palsu. Pastikan anggaran negara jatuh ke tangan korban yang nyata, bukan fiktif.
- Presiden Republik Indonesia: Mohon atensi khusus, Bapak Presiden. Kebijakan Anda telah dikelabui oleh oknum daerah yang tega mengorbankan hak rakyat kecil.
- Gubernur Sumatera Utara: Jangan tinggal diam! Evaluasi total kinerja Pemkot Padangsidimpuan dan amankan hak warga Sumatera Utara.
Suara dari Akar Rumput: "Bongkar Sampai ke Akar-akarnya!"
"Di mana letak 1.133 rumah yang mereka klaim itu? Kenapa ratusan data rumah lainnya hilang? Kenapa tidak ada kategori rusak ringan dan sedang?" Kalimat-kalimat interogatif ini terus menggema di seantero Padangsidimpuan.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran. Bagi mereka, ini bukan lagi sekadar urusan ganti rugi materi, melainkan pertarungan harga diri melawan dugaan korupsi kemanusiaan yang keji.
"Bongkar semuanya sampai ke akar-akarnya!" Menarik untuk ditunggu, beranikah Kejaksaan Agung dan jajaran kementerian di Jakarta menjawab tantangan dan jeritan dari beranda Padangsidimpuan ini?(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Siaga Satu Generasi! Gempuran Narkoba Diadang Sinergi Total Pemkab Siak dan LAN
Misteri Kematian Oktavianus Heumasse: LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Bongkar Konspirasi Dugaan Pembunuhan Berencana
Sapu Bersih Piala Bergilir Se-Pulau Jawa, Paskibra GARDAPATI SMPN 1 Sukomoro Guncang LKBB Cendrawasih 2026!
Sapu Bersih Prestasi Hardiknas 2026, Siswa SMPN 1 Berbek Guncang Jawa Timur!
Panen Medali! SMPN 1 Kertosono Unjuk Gigi, Borong Belasan Prestasi Gemilang di Tahun 2026