Kamis, 4 Juni 2026

Prisca Edwards Prediksi 2020 Nilai Apartemen di Sydney meningkat rata-rata 7,9%

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 13 Januari 2020 | 23:33 WIB

Surabaya NAWACITA – Dalam tiga bulan terakhir pengembang terkemuka Australia, Crown Group, berhasil membukukan penjualan lebih dari Rp. 460 miliar dan yakin tahun 2020 lebih menjanjikan karena pasar properti Australia terus mengalami kenaikan.


Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, mengatakan kepercayaan telah kembali ke pasar properti Australia, yang ditunjukan dengan hasil penjualan Crown Group. Pemotongan suku bunga Reserve Bank tahun ini dan dimulainya musim penjualan pada musim semi-musim panas yang kuat secara tradisional telah membuat pembeli kembali ke dua pasar properti terbesar negara itu, Sydney dan Melbourne, serta pertumbuhan positif di Brisbane.



Baca juga : Wamenkeu Suahasil Nazara Terpilih Menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK

Sydney menikmati minggu lelang tersibuk kedua tahun 2019 selama minggu kedua November, mencatat tingkat pembukaan (lelang) awal sebesar 81% dan 664 penjualan.


"Antrian pembeli dari musim dingin dan stok yang terbatas juga menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama bulan Oktober, dengan nilai unit meningkat sebesar 1,85% dengan nilai median AUS$ 720.658 di Sydney dan 2,37% dengan nilai median AUS$ 558.254 di Melbourne."jelas Prisca Edwards, SEnin, (13/1/2020).



Baca juga : Kunjungan “Big Brother” Jokowi ke Abudhabi

Secara nasional, nilai hunian tumbuh sebesar 1,2%, yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2019, dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015, menurut laporan CoreLogic Home Value Index.


Para ekonom memperkirakan bahwa terbatasnya pasokan apartemen baru, yang ditunjukkan oleh penurunan 20% dalam persetujuan pembanugunan apartemen pada bulan Juli, dikombinasikan dengan rekor suku bunga rendah, dapat memicu rebound yang cepat untuk harga hunian dalam beberapa bulan mendatang.



Baca juga : Adakah BAILOUT sebagai Jawaban Resiko Sistemik Jiwasraya?

Ekonom Moody’s, Katrina Ell, meyakini bahwa koreksi harga hunian sebagian besar telah berlalu di sepanjang pantai timur.


"Nilai apartemen di kota Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9% pada tahun 2020, diikuti oleh peningkatan sebesar 8,4% pada tahun 2021."ungkapnya.



Baca juga : Ahok Kritisi Tubuh Pelat Merah Migas Terbesar di Indonesia

Laporan yang dibuat oleh CoreLogic -Moody's juga memperkirakan pertumbuhan sebesar 7% pada tahun 2020 diikuti dengan peningkatan 7,8% pada tahun 2021 untuk Melbourne. Laporan tesebut juga sesuai dengan perkiraan HSBC – pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada tahun 2020 untuk Sydney dan Melbourn


Laporan akhir tahun yang dibuat oleh Commonwealth Bank of Australia juga memperkuat prediksi yang dibuat oleh CoreLogic – Moody’s.


Commonwealth Bank of Australia memperkirakan penurunan suku Bunga deposito sebesar 0,5% pada bulan Maret 2020. Sementara tingkat hunian sewa di kota Sydney, diprediksi di bawah 3%.



Baca juga : BI : Ekonomi RI Tidak Ngaruh dengan Konflik Iran dan AS

Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian mendekati 35.000 Unit untuk memgimbangi pertumbuhan penduduk yang terjadi dengan tingkat pembangunan saat Ini yang masih berkisar di angka 25.000 Unit.


Lebih lanjut Commonwealth Bank of Australia juga menjelaskan beberapa kunci utama dalam cerahnya prospek tahun 2020. Kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur trasporatsi yang mencapai Rp. 460 triliun, semakin menurunnya hutang usaha serta kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian.



Baca juga : Skandal ASABRI

"Crown Group mengalami lonjakan kuat dalam penjualan selama tiga bulan terakhir dan kami berharap akan terus tumbuh secara eksponensial pada 2020. Pada bulan Agustus, kami menjual proyek hunian di Sydney kami senilai total Rp. 192 milyar dan pada bulan September dan Oktober angka tersebut tetap kuat dengan penjualan lebih dari Rp. 110 milyar setiap bulannya. Kami melihat tahun yang sangat kuat di depan, ditandai dengan minat baru dari pembeli karena fundamental pasar yang solid: suku bunga rendah, pembangunan hunian yang lambat dan meningkatnya permintaan ”pungkasnya. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini