Sabtu, 18 Juli 2026

DPRD Kediri Soroti Dugaan Setoran Honorer di SMPN 1 Purwoasri

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 20 Februari 2026 | 07:24 WIB
Ilustrasi DPRD Kabupaten Kediri Soroti Dugaan Setoran Tenaga Honorer di SMPN 1 Purwoasri  (Ai)
Ilustrasi DPRD Kabupaten Kediri Soroti Dugaan Setoran Tenaga Honorer di SMPN 1 Purwoasri (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Dugaan praktik "setoran" atau pemotongan honor tenaga honorer di SMP Negeri 1 Purwoasri, Kabupaten Kediri, terus menggelinding panas.

Kabar ini kini memicu reaksi keras dari jajaran legislatif, khususnya Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Legislator Desak Praktik Dihentikan

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai Nasdem, Lutfi Mahmudiono, meminta pihak sekolah segera menghentikan praktik tersebut jika terbukti benar. Menurutnya, kesejahteraan tenaga honorer tidak boleh diganggu oleh pungutan-pungutan yang tidak mendasar.

Baca Juga: Usai Didatangi Wartawan, Kepala SMPN 1 Purwoasri Langsung Panggil Honorer: Klarifikasi atau Tekanan?

"Yang pertama kita minta kepada kepala sekolah, kalau dugaan itu benar, silahkan untuk dihentikan pemotongan itu," tegas Lutfi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (16/2/2026).

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Kabupaten Kediri ini meminta Dinas Pendidikan (Disdik) tidak sekadar memantau dari jauh, melainkan melakukan investigasi menyeluruh.

"Terus yang kedua kita minta Dinas Pendidikan untuk turun melakukan investigasi terkait dengan dugaan itu," tambahnya.

Janji Disdik yang Masih "Gelap"

Menanggapi isu ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamad Muhsin, sebelumnya telah menjanjikan tindakan cepat. Pada Jumat (14/2/2026), ia menyatakan akan mengirimkan tim untuk mengecek langsung kondisi di SMPN 1 Purwoasri.

Baca Juga: Dugaan Setoran Honorer Disorot Disdik Kediri, Kadisdik Janji Turun dan Hasilnya Masih Misteri

"Matur nuwun informasinya, hari ini tim dari Disdik akan mengecek ke lokasi," ujar Muhsin melalui pesan singkat.

Muhsin juga menekankan bahwa jika ditemukan pelanggaran disiplin oleh oknum pegawai, pihaknya akan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku sebelum menjatuhkan sanksi.

"Ditunggu dulu nggih hasil pengecekan di sekolah," pintanya kala itu.

Minim Transparansi dan Bungkam

Namun, janji tinggal janji. Hingga berita ini diturunkan, hasil pengecekan lapangan yang dijanjikan Disdik masih menjadi misteri. Belum ada kejelasan apakah tim tersebut benar-benar turun ke lokasi atau tidak.

Baca Juga: Dugaan Pemotongan Honor di SMPN 1 Purwoasri Mencuat, KS Berkelit dan Tolak Hadirkan Bendahara

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini