Jakarta, NAWACITA – China mengatakan perang dagang kini belum mampu membuat Amerika hebat lagi atau America Great Again seperti yang diserukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebaliknya, menurut China, perang dagang justru merusak ekonomi AS. China juga mengatakan pada hari Minggu (2/6), menginginkan penyelesaian sengketa dagang dengan AS melalui negosiasi. Namun, mereka mengaku tak akan memberikan kompromi pada prinsip-prinsip yang bersifat inti.
Negosiasi antara kedua negara selama ini tidak berjalan lancar, perselisihan antara kedua negara justru semakin memanas setelah Trump memberlakukan tarif impor baru atas barang China dan memasukkan perusahaan teknologi China dalam daftar hitam karena masalah keamanan nasional.
Sejak Trump melepaskan tembakan pertama, kedua negara telah saling mengenakan tarif pada perdagangan antara keduanya senilai ratusan miliar dolar.
Konflik yang dihasilkan telah menghancurkan ekspor pertanian AS ke Cina, dan membebani sektor manufaktur di kedua negara.
Sementara kedua belah pihak berusaha untuk menemukan resolusi melalui beberapa putaran negosiasi, mereka tampaknya macet setelah pertemuan terakhir berakhir tanpa kesepakatan.
Pada perundingan, Amerika menuduh rekan-rekan Cina mereka mengingkari komitmen sebelumnya, tetapi Cina mengatakan Minggu bahwa AS harus memikul tanggung jawab atas kemunduran dalam negosiasi.
"Langkah-langkah tarif (AS) belum mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika. Sebaliknya, mereka telah melakukan kerusakan serius pada ekonomi AS. Perang dagang belum 'membuat Amerika hebat lagi", (merujuk slogan politik Trump)," kata pemerintah China dalam sebuah buku putih, dikutip dari AFP, minggu (2/6).
Rilis buku putih ini muncul sehari setelah China mengenakan tarif impor kepada barang AS senilai US$ 60 miliar dari lima hingga 25 persen, sebagai balasan atas kenaikan tarif impor yang dilakukan AS lebih dulu menjadi 25 persen. (ANT)
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB