Sabtu, 6 Juni 2026

BPS: Angka Kemiskinan Kembali Turun Signifikan Dalam 7 Bulan

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 15 Januari 2019 | 14:30 WIB
Jakarta, NAWACITA- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis penurunan angka kemiskinan di Indonesia yang cukup cepat dalam waktu 7 bulan turun hingga 0,16 persen. Terhitung dari Maret 2018 posisi kemiskinan mencapai 9,82 persen, kemudian turun signifikan menjadi 9,66 pada September 2018.

"Ada penurunan kemiskinan sebesar 0,16 persen pada September 2018 dari Maret 2018 dan 0,46 persen dibandingkan September 2017," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1).

Pada tahun 2018 tercatat dibulan September 2018, jumlah kemiskinan mencapai 25,67 juta orang atau menurun 0,28 juta orang terhadap Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017.

"Meskipun ada penurunan kemiskinan, kita masih punya PR (pekerjaan rumah). Di desa, persentase kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan di kota. Jadi, ini merupakan tantangan karena persentase kemiskinan di perdesaan jauh lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingkan di kota. Ini perlu kita pecahkan ke depan," ujar Kecuk, panggilan akrabnya.

Adapun faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2018-September 2018 salah satunya yaitu kenaikan nominal rata-rata upah buruh tani per hari pada September 2018 sebesar 2,07 persen dibanding Maret 2018, dari Rp51.598 menjadi Rp52.665.

Secara riil upah buruh tani per hari pada September 2018 naik sebesar 1,6 persen dibanding Maret 2018, yaitu dari Rp37.602 menjadi Rp38 205.

Selain itu, nilai tukar petani (NTP) pada September 2018 juga naik sebesar 1,21 persen dibanding Maret 2018, yaitu dari 101,94 menjadi 103,17.

Kemudian, selama periode Maret 2018-September 2018 besarnya inflasi umum pun cukup rendah yaitu sebesar 0,94 persen.

"Upah riil buruh tani meningkat nominalnya. Inflasi Maret ke September 2018 juga relatif stabil, hanya 0,94 persen. Upah riil buruh tani meningkat artinya daya beli petani juga meningkat," ujar Kecuk.

Untuk diketahui, dalam catatan BPS bahwa persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 7,02 persen, turun menjadi 6,89 persen pada September 2018.

Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 13,2 persen atau turun menjadi 13,1 persen pada September 2018.

Dibanding Maret 2018 jumlah penduduk miskin September 2018 di daerah perkotaan turun sebanyak 13,1 ribu orang, dari 10,14 juta orang pada Maret 2018 menjadi 10,13 juta orang pada September 2018.

Sementara itu daerah perdesaan turun sebanyak 262,1 ribu orang, dari 15,81 juta orang pada Maret 2018 menjadi 15,54 juta orang pada September 2018.

 

 

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini