"Untuk pendistribusian kepada para siswa-siswi biasanya menjelang jam istirahat yaitu sekitar pukul 10.00 WIB," tuturnya.
Diyah menambahkan bahwa, manfaat dari program MBG sangat banyak, diantaranya mengurangi beban uang saku siswa-siswi, sehingga untuk uang jajan bisa berkurang dan bisa ditabung.
"Selain itu anak-anak yang awalnya membawa bekal makan, saat ini sudah tidak lagi perlu membawa," imbuhnya.
Selain itu, Diyah mengungkapkan bahwa, secara otomatis juga ada pengurangan sampah bungkus jajanan yang ada di sekolah.
"Meski awalnya beberapa siswa kurang terbiasa dengan cita rasa makanan sehat, kini sebagian besar sudah bisa menikmati. Semisal anak-anak mengeluh karena terbiasa makanan pedas dan gurih, sekarang mereka sudah terbiasa. Makanannya higienis, tidak pernah basi," ujarnya.
Sementara, Mohammad Airil Nur Rizky yang akrab dipanggil Aril siswa kelas X TKR, mengungkapkan kegembiraannya dikarenakan telah mendapatkan MBG.
"Alhamdulillah, dengan adanya program ini kami jadi lebih sehat, tidak perlu sering jajan, dan bisa fokus belajar. Menunya selalu fresh dan enak dimakan. Terima kasih kepada pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Aril sambil tersenyum.
Terpisah Nungki Wibowo Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai Kepala SPPG Kudu menyampaikan bahwa, kesuksesan program ini tidak lepas dari peran relawan dapur yang setiap hari menyiapkan sebanyak 3.249 porsi porsi.
Baca Juga: Ada Iuran Rp 70.000 Untuk Kegiatan Posyandu, Ini Kata Dinas Kesehatan Nganjuk dan Camat Kertosono
"Kami akan memastikan standar kebersihan selalu terjaga, sehingga makanan benar-benar higienis, bergizi dan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN)," ucap alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang akrab disapa Nungki.
Nungki mengungkapkan bahwa, untuk relawan yang bertugas, ketika memasuki dapur kita wajibkan untuk mentaati peraturan yang berlaku, mulai dari memakai masker, penutup kepala, cuci tangan dan menggunakan handglove, mengganti alas kaki maupun seragam yang telah disediakan, dan melepaskan seluruh perhiasan atau aksesoris yang dipakai.
"Sejak mulai memasak kami tekankan untuk beraktivitas dengan standar kebersihan. Selain itu, semua menu yang dikirim menyesuaikan selera sehat anak-anak agar tidak hanya kenyang, tapi juga terbiasa makan makanan bergizi,” tandasnya.
Artikel Terkait
Latih PBB di SMK PGRI 2 Kertosono, TNI Berpangkat Sertu Berikan Wawasan Kebangsaan
Dua Personel Banser Latih PBB Pada Matsama di Madrasah Aliyah (MA) Kertosono
Kisah Seorang Srikandi yang Berstatus PTT di SMP Negeri 2 Kertosono yang Ngabdi Selama 35 Tahun Kini Jadi PPPK
Puluhan Peserta Didik TK - KB Yayasan Mutiara Insani Pandantoyo Kertosono Pindah Belajar ke Masjid, Ini Alasannya
Demi Terlaksananya Kegiatan Posyandu, RW di Kelurahan Banaran, Kertosono Bayar Iuran Rp 70.000