NAWACITAPOST.COM — Program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis.
Program ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah stunting, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan petani dan UMKM, serta menciptakan lapangan kerja.
Seperti yang telah dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudu, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur yang telah rutin mendistribusikan MBG ke 25 lembaga pendidikan mulai dari Pendidikan Usia Dini (Paud), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama / Atas / Kejuruan (SMP / SMA / SMK) baik Negeri maupun Swasta, sebanyak 3.249 porsi yang mulai bulan depan diperkirakan akan menjadi sekitar 3.800 porsi.
Baca Juga: Ditutup Dengan Upacara PTG, MPLS di SMA Negeri 1 Kertosono Resmi Berakhir
Salah satu sasarannya adalah SMK Muhammadiyah 1 Kertosono, yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Nomor 22, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Halimatus Sa'diyah Kepala SMK 1 Muhammadiyah Kertosono ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, yang didistribusikan ke SMK 1 Muhammadiyah Kertosono adalah sebanyak 265 porsi, mulai Rabu (20/8/2025) lalu hingga saat ini.
"Sebenarnya jumlah siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Kertosono itu sekitar kurang lebih 400 anak, namun sejak awal pendistribusian MBG, sekitar 125 siswa-siswi kelas XII sedang menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) di luar sekolah," kata Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kertosono yang akrab disapa Diyah diruang kerjanya, pada Senin (22/9/2025).
Baca Juga: Sebanyak 396 Siswa SMK Negeri 1 Kertosono Ikuti Kegiatan MPLS Bersama Gubernur Jawa Timur
Srikandi yang menjabat sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kertosono sejak tahun 2016 ini menyampaikan bahwa, sebelum pendistribusian MBG, terlebih dahulu SMK Muhammadiyah 1 Kertosono dilakukan pendataan.
"Saya sampaikan bahwa jumlah siswa-siswi ada 400 anak kurang sedikit, sementara kelas XII belum masuk. Akhirnya ditulis kelas X dan kelas XI yang dikirim kesini (SMK Muhammadiyah 1 Kertosono red) sejak saat itu," ucap Diyah kepada wartawan Nawacitapost.com.
Menurut Diyah, mulai pertengahan Oktober 2025 mendatang untuk kelas XII akan masuk kembali ke sekolah, sehingga setelah itu jumlah penerima MBG akan bertambah menjadi sekitar 400 anak siswa-siswi.
Baca Juga: Diiringi Hadroh Pusat, Smeksaker Rayakan Maulid Nabi dan Dies Natalis yang ke 24
Artikel Terkait
Latih PBB di SMK PGRI 2 Kertosono, TNI Berpangkat Sertu Berikan Wawasan Kebangsaan
Dua Personel Banser Latih PBB Pada Matsama di Madrasah Aliyah (MA) Kertosono
Kisah Seorang Srikandi yang Berstatus PTT di SMP Negeri 2 Kertosono yang Ngabdi Selama 35 Tahun Kini Jadi PPPK
Puluhan Peserta Didik TK - KB Yayasan Mutiara Insani Pandantoyo Kertosono Pindah Belajar ke Masjid, Ini Alasannya
Demi Terlaksananya Kegiatan Posyandu, RW di Kelurahan Banaran, Kertosono Bayar Iuran Rp 70.000