Minggu, 19 Juli 2026

Diduga Tak Mau Bersinergi Dengan Aktivis, SMPN 1 Tanjunganom Tolak Kedatangan LSM dan Wartawan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 18:20 WIB
Foto wartawan Nawacita: tampak depan SMPN 1 Tanjunganom Nganjuk
Foto wartawan Nawacita: tampak depan SMPN 1 Tanjunganom Nganjuk

NAWACITAPOST.COM - Diduga kuat tak mau bersinergi dengan Aktivis pers atau wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tanjunganom Nganjuk, Jawa Timur pasang poster di pintu masuk.

Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pada foto yang beredar, poster yang terpasang pada pintu masuk SMPN 1 Tanjunganom tertulis "PERHATIAN MAAF TIDAK MENERIMA TAMU LSM DAN WARTAWAN SAMPAI AKHIR BULAN MARET 2024" yang diduga kuat dipasang oleh pihak sekolah.

Dikutip dari situs media www.javatimesonline.com Kepala Sekolah Ponco Yuliono mengaku Kerap Diminta Uang Saku, sehingga dirinya menolak kedatangan LSM dan Wartawan Masuk Sekolah.

Baca Juga: SMPN 2 Kertosono Berduka, Siswa Kelas 8-I Meninggal Dunia

Menurut Ahmad Ulinuha Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Faam Nganjuk mengatakan, seharusnya tulisan tersebut tidak layak dan tidak patut terpasang didepan pintu masuk lembaga yang merupakan bagian dari badan publik sesuai dengan undang-undang.

"Kalau pada poster yang terpasang tidak menerima atau bisa dikatakan menolak tamu LSM dan Wartawan ada apa sebenarnya dengan Kepala Sekolah Ponco Yuliono SMPN 1 Tanjunganom? Padahal yang ditolak adalah aktivis yang dilindungi hukum," kata Achmad Ulinuha yang biasa akrab dipanggil Qodir pada Jum'at (12/1/2024) siang.

Qodir menambahkan, seharusnya Kepsek SMPN 1 Tanjunganom sebagai figur publik sesuai dengan undang-undang, paham dengan tupoksi LSM dan Wartawan.

Baca Juga: PPDB Online tingkat SMPN Kabupaten Serang Tampung 20 Ribu Siswa

"Jadi bukan dengan adanya beberapa oknum LSM dan Wartawan yang meresahkan, sudah menjustifikasi seluruh LSM dan Wartawan dipukul rata kalau bahasa jawanya di gebyah uyah," imbuh Qodir.

Foto Istimewa: poster yang terpasang pada pintu masuk SMPN 1 Tanjunganom

Qodir menegaskan, bahwa dalam waktu dekat dirinya akan melayangkan surat somasi kepada Kepsek SMPN 1 Tanjunganom.

Sementara itu Kuswanto wartawan Faktualnews.co mengatakan bahwa, kalau Kepsek SMPN 1 Tanjunganom sudah berpuluh-puluh kali dihubungi melalui telepon selulernya dan berdering namun tak kunjung diangkat.

Baca Juga: Kemenkumham Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum di SMKN 4 Bandung

"Kalau pada berita yang beredar ada beberapa oknum LSM dan Wartawan yang memanfaatkan profesinya untuk meminta yang bukan pada poksinya, seharusnya tidak dikasih, dikarenakan pada undang-undang pers sudah jelas bahwa tidak dibenarkan," kata wartawan senior yang biasa akrab dipanggil Kusno Lindu Aji (KLA) itu.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini