NAWACITAPOST.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmennya untuk memerangi kebocoran anggaran negara yang menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam rapat bersama Komisi III DPR pada Senin, 11 November 2024, Jenderal Sigit menekankan bahwa kebocoran anggaran negara bukan sekadar kerugian finansial, tetapi juga ancaman bagi keberlanjutan bangsa dan masa depan generasi mendatang.
"Beliau (Prabowo) mengatakan kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran dari anggaran kita, ini yang membahayakan masa depan kita, dan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita," ungkap Sigit, dikutip Selasa (12/11/2024).
Upaya ini dilakukan sebagai tanggapan atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi masalah besar yang mengancam perkembangan ekonomi dan keadilan sosial. Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Sigit mengidentifikasi beberapa penyebab utama kebocoran anggaran yang terjadi di berbagai sektor.
Faktor yang paling dominan meliputi praktik suap dalam perpajakan, penggelapan pajak, pemalsuan cukai, hingga tax avoidance atau penghindaran pajak yang sah tetapi mengurangi pendapatan negara.
Baca Juga: Kemensos Gandeng KSP dan BPPIK untuk Optimalkan Program Keluarga Harapan (PKH)
Di sektor sumber daya alam, seperti mineral dan batubara, perikanan, dan kelautan, masih terdapat berbagai penyimpangan yang menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan.
"Dari sisi penerimaan keuangan negara terdapat potensi fraud, mulai dari suap, penghindaran pajak, penggelapan pajak, penyelundupan, dan pemalsuan cukai," ujar Sigit.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kebocoran anggaran ini terjadi tidak hanya di tingkat pusat, tetapi merambah hingga ke daerah dan desa. Kondisi ini sangat mengganggu pemerataan pembangunan, sehingga berkontribusi pada meningkatnya ketimpangan sosial di berbagai wilayah.
“Demikian juga terkait dengan penggunaan keuangan negara banyak sekali kebocoran baik di tingkat pusat sampai di tingkat desa," katanya.
Baca Juga: PNM Ajak Gen-Z Angkat Kisah Inspiratif dari Lingkungan Sekitar
Sebagai tindak lanjut, Jenderal Sigit menyampaikan bahwa strategi pencegahan kebocoran anggaran akan mengikuti kerangka Asta Cita Prabowo. Program ini menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi sumber daya alam.
Dengan memperkuat ketiga pilar ini, pemerintah bertujuan untuk memaksimalkan penerimaan negara dan menutup celah yang sering kali dimanfaatkan untuk tindakan curang.
Jangka pendeknya, Kapolri berencana untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang bertugas mengawasi berbagai sektor yang rentan terhadap kebocoran anggaran, seperti sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, konservasi satwa, dan minyak dan gas (migas).
Pembentukan satgas ini merupakan langkah awal untuk memastikan adanya pengawasan ketat yang bisa segera mendeteksi indikasi penyimpangan di lapangan.