nasional

Rano Karno Ungkap Kekhawatiran Megawati tentang Nasib Warga Betawi Pasca Jakarta Tak Lagi Ibu Kota

Kamis, 29 Agustus 2024 | 21:08 WIB
Rano Karno. (X)

NAWACITAPOST.COM – Bakal calon Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan sebuah diskusi mendalam yang terjadi antara dirinya dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati secara khusus menyinggung nasib warga Betawi setelah Jakarta tidak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara. Hal ini disampaikan Rano dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Mata Najwa, sehari setelah ia dan Pramono Anung resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Dalam wawancara tersebut, Rano Karno mengakui bahwa ia sedikit terkejut dengan kekhawatiran yang disampaikan oleh Megawati. "Saya agak terkejut. Beliau ini presiden, beliau tahu Indonesia, tapi beliau khawatir dengan Jakarta," ujar Rano, dikutip Kamis (29/8/2024).

Megawati, menurut Rano, menekankan pentingnya memikirkan nasib masyarakat Betawi, suku asli Jakarta, yang bisa terdampak oleh perubahan status kota ini. "Kamu tahu sebentar lagi Jakarta akan ditinggal. Enggak ada DKI lagi. Yang ada DKJ. I-nya udah enggak ada. Nah setelah I-nya enggak ada, ibu kota pergi, Jakarta mau jadi apa? Kamu kan Betawi. Bagaimana kamu memikirkan masyarakat Betawi itu," kata Rano.

Baca Juga: RS Hermina Optimistis Capai Target Laba Rp6,7 Triliun hingga Akhir Tahun

Tak hanya itu, Megawati juga menyinggung soal keberadaan balai rakyat di Jakarta, yang menurutnya telah banyak menghilang. "Tiba-tiba ibu bilang tentang balai rakyat. 'Dulu kan balai rakyat banyak di Jakarta ini. Sekarang ini sudah tidak terbangun. Sarana anak-anak berkesenian di mana?'" ucap Rano kembali menirukan ucapan Megawati.

Rano Karno juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk maju dalam Pilkada Jakarta bersama Pramono Anung bukanlah pilihan pribadinya, melainkan perintah langsung dari Megawati. Ia sempat berpikir untuk tidak terjun dalam politik praktis, namun tak bisa menolak arahan dari Ketua Umum PDI-P tersebut.
"Tadinya saya sudah siap tidak maju. Aku dengar nama mas Pram (Pramono). Saya nanya, 'nih mas Pram mau enggak ya?'" ujar Rano.

Megawati, dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa baik Pramono maupun Rano tidak memiliki pilihan lain selain menerima tugas tersebut. "Dia enggak bisa nolak, harus mau. Sama juga sama kamu," tutur Rano.

Tags

Terkini