NAWACITAPOST.COM – PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), atau Rumah Sakit (RS) Hermina menatap optimistis semester II/2024 dengan target laba atau revenue sebesar Rp6,7 triliun. Keyakinan ini didasari oleh performa keuangan yang solid pada semester I/2024, di mana perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 69,6%.
Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategi HEAL, Yulisar Khiat, menyatakan bahwa pertumbuhan laba setelah pajak dan pemilik minoritas (PATMI) mencapai Rp343,1 miliar pada semester I/2024. Angka tersebut meningkat tajam dari Rp202,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kalau kita lihat persentase PATMI, ini dikurangi sama minoritas di setiap rumah sakit terhadap laba bersih, kita melihat pertumbuhannya cukup baik," ujar Yulisar dalam Public Expose yang diadakan pada Kamis (29/8/2024).
Selain itu, total pendapatan HEAL juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, tumbuh sebesar 24,2% year-on-year (yoy), dari Rp2,69 triliun di semester I/2023 menjadi Rp3,34 triliun pada semester I/2024.
Baca Juga: REI Dorong Perpanjangan Insentif PPN DTP hingga 2025
Pertumbuhan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) juga melesat 41,5% yoy, dari Rp699,7 miliar di semester I/2023 menjadi Rp990,5 miliar pada semester I/2024.
Dalam paparannya, Yulisar menjelaskan bahwa strategi untuk mencapai target di semester II/2024 akan difokuskan pada antisipasi terhadap peraturan pemerintah yang baru, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 Tahun 2024.
Kedua regulasi ini mengatur tentang sistem kelas rawat inap standar (KRIS) dalam BPJS Kesehatan, yang menghapus sistem kelas 1, 2, dan 3, dan akan diberlakukan di semua rumah sakit selambatnya pada Juni 2025.
"COB (Coordination of Benefit) akan menjadi fokus, di mana pemerintah mendorong agar sistem ini bisa berjalan lancar. Kami siap mendukung kebijakan ini dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang optimal," tambah Yulisar.
Baca Juga: Menantang Koalisi Besar, Pramono Anung-Rano Karno Yakin Menang di Pilkada Jakarta 2024
Selain itu, Yulisar juga menyoroti peningkatan belanja modal (capital expenditure/Capex) perusahaan, yang persentasenya naik dari 29,1% di tahun 2023 menjadi 33,4% pada semester I/2024.
Hingga pertengahan tahun ini, HEAL telah mengalokasikan Rp1,1 triliun untuk belanja modal, sedikit menurun dari Rp1,6 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, peningkatan alokasi Capex ini mencerminkan komitmen HEAL untuk terus mengembangkan fasilitas dan layanan rumah sakitnya di berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan performa keuangan yang kuat di paruh pertama 2024 dan strategi yang disusun untuk menghadapi tantangan di semester kedua, PT Medikaloka Hermina Tbk tetap optimis bisa mencapai target laba sebesar Rp6,7 triliun hingga akhir tahun. Ini juga sekaligus mempertegas posisi HEAL sebagai salah satu pemimpin dalam industri layanan kesehatan di Indonesia.
Artikel Terkait
Biaya Rumah Sakit Korban Penusukan asal Pidie Tidak Ditanggung BPJS, Haji Uma Soroti Kehadiran LPSK di Aceh
Rumah Sakit Lira Medika Karawang Kenalkan Gastric Balloon Program
Jemaah Haji yang Masih Dirawat di Rumah Sakit Saudi tetap Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia
Operasional Pemulangan Berakhir, 62 Jemaah Masih Dirawat di Rumah Sakit Saudi
Rutan Balikpapan Laksanakan Rujukan Warga Binaan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan