NAWACITAPOST.COM - Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa partainya tidak dapat bergerak sendiri dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. PDIP, kata dia, membutuhkan dukungan tambahan kursi dari partai lain untuk mencalonkan kandidat yang mereka usung.
Dalam pernyataannya, Djarot bahkan menantang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berani mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagai calon mereka.
“Karena PDIP perlu 7 kursi lagi, ya kan, 7 kursi lagi paling nggak ya. PKS misalkan ya, PKS juga butuh 4 kursi lagi, misalnya, ini seru ini Bang Biem (Koordinator Poros Jakarta), misalnya berani nggak misalnya PKS gitu ya mengusung Pak Ahok misalkan. Nah, itu luar biasa, misalnya begitu,” ujar Djarot di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2024).
Djarot menegaskan bahwa PDIP memiliki sejumlah kader potensial yang dapat diusung dalam Pilkada Jakarta. Selain Ahok, Djarot juga menyebut nama-nama lain seperti Rano Karno, mantan Gubernur Banten, yang memiliki rekam jejak baik dan pemahaman mendalam tentang Jakarta.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Makin Kuat Jadi Calon Ketum Golkar, Idrus Marham: Didukung 34 DPD Tingkat Provinsi
“Kita perlu kerja sama dengan partai-partai yang lain. Di Jakarta itu sebetulnya masih banyak potensi pemimpin yang paham dan punya rekam jejak yang baik di Jakarta ya. Jadi bukan hanya Ridwan Kamil saja, betul nggak?” kata Djarot.
“Selain Pak Ahok, ada juga Pak Anies yang juga bisa, kemudian Bang Rano yang punya rekam jejak baik karena beliau orang Betawi juga ya, itu, Bang Rano itu Si Doel, dia punya pengalaman di Banten, masih banyak lagi,” tambahnya.
Dalam upaya memenangkan Pilkada Jakarta, PDIP aktif membangun komunikasi dengan berbagai partai, termasuk PKB. Djarot menekankan pentingnya kerja sama politik untuk mengamankan kursi-kursi strategis di ibukota.
“Kita sudah membangun komunikasi dengan partai-partai, terutamanya dengan PKB, kita intens menjalin komunikasi,” imbuh Djarot.
Baca Juga: Jokowi Kendalikan Partai Golkar Lewat Bahlil Lahadalia
Strategi ini menunjukkan bahwa PDIP tidak hanya berfokus pada internal partai, tetapi juga merangkul berbagai pihak untuk membentuk koalisi yang kuat. Dengan komunikasi yang intens dan terbuka, Djarot berharap PDIP dapat menemukan pasangan calon yang mampu memenangkan hati warga Jakarta dan membawa perubahan positif bagi ibu kota.