NAWACITAPOST.COM - Dalam kunjungan resmi ke Moskow, Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, menyebut Rusia sebagai "teman baik" dan menegaskan keinginannya untuk mempererat hubungan antara kedua negara. Dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Rusia dalam berbagai aspek, termasuk dalam membangun pertahanan dan kekuatan militer Indonesia.
"Perlu diingat bahwa Rusia telah membantu kami (Indonesia) dalam banyak aspek ketika kami mengalami kesulitan. Rusia membantu kami saat itu," ujar Prabowo, dikutip Kamis (1/8/2024).
Prabowo mengungkapkan bahwa sebagai Menteri Pertahanan, ia telah merasakan langsung manfaat dari kerja sama yang baik antara Indonesia dan Rusia. Ia menambahkan bahwa hubungan ini akan terus berlanjut ketika dirinya resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia pada 20 Oktober mendatang.
"Saya datang ke sini untuk menekankan bahwa hubungan ini akan dilanjutkan ketika saya secara resmi menjabat sebagai presiden Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Minibus Terjun ke Danau Toba, Tim SAR Temukan Satu Korban
Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dan diskusi intensif dengan tim Putin, khususnya mengenai industri pertahanan. Diskusi ini meliputi roadmap peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia di sektor tersebut.
"Saya juga bertemu dengan pejabat senior di industri Anda, di industri pertahanan, dan secara intensif dalam beberapa bulan terakhir membahas mengenai roadmap peningkatan kerja sama di antara kami (Indonesia) dan Rusia," pungkas Prabowo.
Kunjungan Prabowo ke Rusia dan pertemuannya dengan Putin menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pertahanan. Selama ini, Rusia dikenal sebagai salah satu mitra utama Indonesia dalam penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista).
Kerja sama militer antara Indonesia dan Rusia telah terjalin sejak lama, dimulai pada era Presiden Soekarno. Pada periode tersebut, Indonesia banyak mengimpor peralatan militer dari Uni Soviet, yang kini menjadi Rusia. Seiring berjalannya waktu, kerja sama ini terus berkembang, mencakup berbagai aspek seperti pelatihan militer, transfer teknologi, dan pengadaan alutsista.
Baca Juga: Nararya Ciputra Sastrawinata: Membangun Bisnis Properti dengan Prespektif Milenial
Prabowo menekankan bahwa bantuan Rusia datang di saat-saat krusial ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Dukungan ini tidak hanya dalam bentuk peralatan militer, tetapi juga bantuan teknis dan pelatihan yang sangat penting bagi pembangunan kekuatan militer Indonesia.
Dalam diskusinya dengan pejabat senior industri pertahanan Rusia, Prabowo membahas berbagai kemungkinan peningkatan kerja sama, termasuk pengembangan teknologi militer dan produksi bersama peralatan militer. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Prabowo juga menyatakan bahwa ia berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama ini setelah resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia. Dengan demikian, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Rusia semakin kokoh dan saling menguntungkan di masa depan.