Kamis, 4 Juni 2026

Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Tegaskan Rumor Anggaran Makan Bergizi Rp 7.500 Hanya Isu

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 19 Juli 2024 | 14:34 WIB
Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi.  (Istimewa)
Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa rumor terkait anggaran per orang untuk makan bergizi gratis siswa di sekolah yang dipangkas menjadi Rp 7.500 per anak hanyalah isu dan tidak berasal dari tim resmi.

Rumor ini awalnya disampaikan oleh ekonom dari Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, yang mengklaim telah berdiskusi dengan tim Prabowo mengenai program makan bergizi gratis. Namun, Hasan Nasbi menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah pernyataan resmi dari tim Prabowo-Gibran.

"Itu hanya pernyataan atau mungkin saja ide dari ekonom tersebut. Bukan statemen resmi dari tim," kata Hasan kepada wartawan, Jumat (19/7).

Hasan menjelaskan bahwa fokus utama dari presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka adalah memberikan menu makanan yang bergizi sesuai standar kecukupan gizi.

Baca Juga: Jababeka Lepas Aset Besar untuk Kurangi Utang

"Jadi ukurannya adalah ketercukupan gizi. Ketercukupan gizi ini ditentukan oleh ahli gizi," jelasnya.

Saat ini, tim sedang mengevaluasi berbagai ide dan masukan dari berbagai pihak terkait harga per anak. Hingga kini, belum ada angka tertentu yang ditetapkan. "Semua sedang dikaji dan diujicoba dengan sangat detil oleh Dewan Pakar. Sampai saat ini belum ada angka tertentu yang menjadi patokan, sebab yang menjadi tolok ukur kita adalah ketercukupan gizi," ujar Hasan.

Hasan juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keberagaman sumber gizi di setiap wilayah, sehingga masing-masing wilayah akan memiliki menu lokal yang berbeda satu sama lain. Pemenuhan standar gizi akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan dan menu lokal di setiap daerah.

"Di berbagai wilayah, untuk memenuhi standar gizi, jenis menunya berbeda-beda. Sesuai dengan ketersediaan bahan makanan dan jenis menu lokal di masing-masing tempat. Dari sisi harga tentu juga akan berbeda-beda nilainya," terangnya.

Baca Juga: Bos Jababeka Usulkan IKN Lebih Baik Dibangun di Cikarang atau Yogyakarta, Ini Alasannya!

Sebelumnya, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka juga telah memberikan klarifikasi terkait rumor pemangkasan anggaran makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak. Ia meminta semua pihak untuk tidak memberitakan hal yang belum pasti.

"Kata siapa, tunggu kepastiannya dulu. Ditunggu dulu, jangan memberitakan hal-hal yang belum pasti," tambahnya.

Gibran menjelaskan bahwa selama ini uji coba program makan bergizi gratis menggunakan anggaran Rp 15.000 per orang. "Selama ini uji cobanya Rp 15.000. Tunggu saja kepastiannya ya," jelasnya.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini