NAWACITAPOST.COM - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menolak rencana program makan siang gratis yang akan dilaksanakan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program tersebut disebut akan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang menurut P2G akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.
Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, mengungkapkan bahwa sebagian besar dana BOS saat ini digunakan untuk membayar gaji guru dan tenaga pendidik honorer. Ia menilai bahwa menggunakan dana BOS untuk program makan siang gratis sama saja dengan mengambil jatah makan para guru honorer.
Baca Juga: Damri Layani 5 Rute Wisata Unggulan di Yogyakarta
"Ini sama saja dengan memberi makan gratis siswa dengan cara mengambil jatah makan para gurunya. Sebab ada guru honorer yang hanya mengandalkan dana BOS,” kata Iman, dikutip Senin (4/3/2024).
Menurutnya, pemerintah seharusnya berfokus untuk meningkatkan kesejahteraan guru, memperbaiki fasilitas sekolah, dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, bukan hanya sekadar menambah beban dana BOS.
Masalah lain yang disoroti oleh P2G adalah penurunan anggaran BOS setiap tahunnya. Menurut Iman, dari 2022 ke 2023, dana BOS mengalami penurunan hingga Rp539 miliar.
Baca Juga: Terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek, Berikut Rute BISKITA Trans Bekasi Patriot
Ia khawatir penggunaan dana BOS untuk program makan siang gratis akan mengorbankan pembiayaan sektor lain yang lebih esensial dalam belanja sekolah, seperti upah guru honorer.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) P2G, Feriyansyah, juga menyatakan bahwa tim perumus kebijakan Prabowo-Gibran perlu meninjau ulang dan memerinci rencana tersebut. Menurutnya, informasi yang sampai kepada publik saat ini hanya bersifat parsial.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan pengalaman negara-negara lain yang telah melaksanakan program serupa untuk menghindari masalah-masalah potensial.
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 10 Kostrad Bantu Pelayanan Posyandu Masyarakat Perbatasan
“Di Amerika Serikat awal 2020, program makan siang gratis di sekolah gagal bukan karena pandemi, tetapi karena para siswa tidak mengambil jatah makan siang gratis. Ternyata label makan siang gratis hanya untuk orang miskin, membuat anak-anak memilih tidak makan dan program ini ditutup di beberapa sekolah,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa sumber anggaran untuk program makan siang gratis tersebut sangat memungkinkan berasal dari dana BOS. Anggaran untuk memenuhi program makan siang tersebut sebesar Rp15.000 per anak.
Artikel Terkait
Anggaran Program Makan Siang Gratis Rp15.000 Per Porsi
Alasan Jokowi Masukkan Program Makan Siang Gratis dalam APBN 2025
Defisit Anggaran Berpotensi Melonjak Akibat Program Makan Siang Gratis
Daftar Menu Varian dalam Simulasi Makan Siang Gratis Rp15.000 per Anak
Mahfud MD Nilai Simulasi Makan Siang Gratis Tidak Etis