NAWACITAPOST.COM - Budidaya sorgum menjadi topik hangat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan perayaan ulang tahun ke-3 Moeldoko Center. Hal itu sejalan dengan visi besar Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Moeldoko gencar mengampanyekan solusi pangan alternatif sebagai jawaban atas ancaman ketergantungan pangan di masa depan. Pemerhati budaya Nusantara, Faigiziduhu Ndruru, menyatakan bahwa Moeldoko sangat yakin dengan optimalisasi budidaya sorgum, ketergantungan pada beras, terutama impor, dapat dikurangi secara signifikan.
"Dalam berbagai kesempatan, seperti Rakernas dan HUT ke-3 Moeldoko Center, diskusi tentang sorgum ini menggema. Bahkan, diskusi serius tentang penanaman sorgum terus dilakukan di berbagai daerah sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat," kata Faigiziduhu Ndruru di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Hal ini, menurut Faigiziduhu Ndruru, juga bsesuai dengan imbauan Ketua Umum Moeldoko Center, Trisya Suherman, yang mendorong semua pengurus di setiap wilayah untuk menjadi yang terdepan dalam mengampanyekan sorgum sebagai sumber pangan alternatif di masa depan. Dari berbagai aktivitas yang dilakukan, terbukti banyak pengurus wilayah Moeldoko Center yang mengirim video dan foto saat berlangsungnya rakernas di grup WhatsApp.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-3, Moeldoko Center Terus Menginspirasi dan Memberdayakan Masyarakat Indonesia
"Bahkan, ada beberapa penyemaian benih dengan menggunakan polibag bertuliskan Moeldoko Center," tambahnya.
Faigiziduhu Ndruru yakin bahwa Moeldoko Center tidak hanya bersemangat tetapi juga memiliki target yang jelas, yakni terwujudnya sorgum sebagai pangan pengganti beras pada masa yang akan datang. Apalagi, sorgum memiliki banyak keunggulan dibandingkan tanaman lain, seperti adaptasi yang luas, tahan kekeringan, hemat penggunaan pupuk, hasil produksi tinggi, dan kandungan nutrisi yang kaya.
"Hampir semua bagian dari tanaman sorgum dapat dimanfaatkan," jelas Faigiziduhu Ndruru.
Nutrisi sorgum sendiri memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi daripada makanan pokok masyarakat saat ini, yaitu beras. Per 100 gram, sorgum mengandung 11 gram protein, lebih tinggi dibandingkan beras yang hanya 6,8 gram.
Untuk kalori, sorgum lebih rendah dengan 332 kalori, sedangkan beras mengandung 360 kalori. Kalsium pada sorgum mencapai 28 gram, jauh lebih tinggi dibandingkan beras yang hanya 6 gram. Selain itu, kandungan besi pada sorgum adalah 4,4 gram, sedangkan beras hanya 0,8 gram.
Baca Juga: Daftar Pengurus DPP PDIP 2019-2025: Yasonna Laoly Perkuat Bidang Hukum dan HAM
Melalui kampanye ini, Moeldoko Center berharap dapat membantu pemerintah dalam menghidupkan ekosistem usaha, termasuk membina usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang. Program Trust Indonesia yang mengkampanyekan kemudahan berusaha menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sorgum dapat menjadi solusi pangan masa depan.
Dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki, sorgum dapat menjadi jawaban atas tantangan ketergantungan pangan di Indonesia. Moeldoko Center, melalui edukasi dan kolaborasi yang terus menerus, berkomitmen untuk membawa perubahan positif dan memastikan sorgum menjadi bagian penting dari solusi pangan nasional.