Kamis, 4 Juni 2026

Faigiziduhu Ndruru Usul Rakernas Moeldoko Center Dorong Pemerintah Jadikan Sorgum sebagai Pangan Alternatif Nasional

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Minggu, 7 Juli 2024 | 11:13 WIB
Pemerhati budaya Nusantara, Faigiziduhu Ndruru.  (Istimewa)
Pemerhati budaya Nusantara, Faigiziduhu Ndruru. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Sorgum, yang lebih dikenal dengan sebutan jali atau canthel di Jawa, telah menjadi makanan pokok sejak abad ke-5 di berbagai kerajaan Nusantara. Hal itu dibuktikan dengan bukti arkeologi di relief Candi Borobudur yang menunjukkan budidaya dan pengolahannya untuk hidangan raja dan bangsawan.

Karena itu, pemerhati budaya Nusantara Faigiziduhu Ndruru menyatakan bahwa Rakernas Moeldoko Center 2024 merupakan momentum yang tepat untuk mendorong sosialisasi potensi sorgum sebagai pangan alternatif nasional. Di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin meningkat, sorghum menawarkan solusi yang menjanjikan.

"Indonesia sedang menghadapi kendala pangan dan ke depan ketersediaan pangan nasional menjadi tantangan yang sangat serius. Bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia juga akan menghadapi masalah pangan ini," kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Minggu (7/7/2024).

Sorgum adalah biji-bijian kecil, bulat, yang biasanya berwarna putih atau kuning pucat. Tanaman ini berasal dari Afrika dan telah menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi di dunia. Beras dan tepung sorgum dapat digunakan dalam berbagai produk seperti beras sorgum instan, bubur sorgum, kue, dan pasta.

Baca Juga: Profil 7 Jenderal Bintang Empat Paling Berpengaruh di Indonesia: dari Mantan Rival hingga Loyalis Jokowi

Indonesia, sebagai negara agraris, menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan pangan. Perubahan iklim yang tidak menentu sering kali mengakibatkan kegagalan panen padi, yang merupakan makanan pokok.

Selain itu, kenaikan harga beras yang signifikan sejak tahun lalu memaksa pemerintah untuk mengimpor beras, yang berdampak pada terkurasnya devisa negara. "Sehingga, hal itu berdampak pada terkurasnya cadangan devisa negara untuk membiayai import pangan dalam bentuk beras," kata Faigiziduhu Ndruru.

Di sisi lain, sorgum dikenal sangat mudah ditanam dan menguntungkan bagi petani. Namun, pengetahuan masyarakat tentang sorgum sebagai bahan pangan alternatif masih minim.

Padahal, terdapat beberapa keunggulan lain dari sorgum. Dalam 100 gram sorgum mentah terdapat sekitar 330 kalori, 11 gram protein, 3 gram lemak, 72 gram karbohidrat, dan 7 gram serat. Sorgum juga kaya akan vitamin B1, piridoksin, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, selenium, dan zinc.

Baca Juga: Ray Rangkuti: Pemecatan Ketua KPU Hasyim Asy'ari oleh DKPP Terlambat dan Tidak Spesial

Sorgum juga dapat menjadi pengganti nasi yang baik untuk menjaga berat badan karena tinggi protein dan serat, sehingga menekan nafsu makan berlebih. Kandungan pati dalam sorgum memberikan efek kenyang lebih lama, membantu mengontrol berat badan.

Selain itu, sorgum mengandung antioksidan, serat, dan mineral seperti magnesium yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pola makan tinggi serat dan magnesium dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Kandungan senyawa fenolik dalam sorgum memiliki efek antioksidan dan antikanker, yang dapat menghambat perkembangan sel kanker. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat ini.

Karena itu, dalam Rakernas Moeldoko Center yang akan digelar 8 Juli 2024 nanti, diharapkan dapat melakukan sosialisasi sorgum sebagai sumber pangan alternatif. Dengan sosialisasi yang baik, masyarakat akan lebih menerima dan menyukai sorgum, sementara petani akan semakin gemar menanam sorgum.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini