nasional

Menkumham RI Serahkan Penghargaan Kepada Insan Kekayaan Intelektual 2024

Rabu, 12 Juni 2024 | 20:25 WIB
Menkumham Yasonna H. Laoly menyerahkan penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Indonesia (Dok. Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menyatakan bahwa pengembangan Kekayaan Intelektual (KI) bisa menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa.

Dalam acara Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, Yasonna menegaskan bahwa berbagai penelitian dan pengalaman internasional telah menunjukkan adanya korelasi positif antara pembangunan ekosistem KI dan pertumbuhan ekonomi, terutama melalui sektor ekonomi kreatif.

"Ekosistem KI adalah sebuah siklus berkelanjutan yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu kreasi, proteksi, dan utilisasi. Pembangunan ekosistem KI saat ini masih berada pada tahap awal, artinya masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai kematangan dan keberlanjutan," jelas Yasonna saat membuka acara pada Rabu, 12 Juni 2024.

Menurut Yasonna, peningkatan kapasitas masyarakat mengenai KI merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem KI. Saat ini DJKI telah membentuk National Intellectual Property Academy (NIPA), yang dikenal dengan nama Indonesia IP Academy pada 7 Juli 2023. Pembentukan Indonesia IP Academy sebagai pusat edukasi KI Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pemangku kepentingan, dan menyediakan informasi dan pemanfaatan KI.

Baca Juga: Selain Kopi Nusantara, Ini Daftar Lengkap Indikasi Geografis Unggulan Indonesia Serta Uni Eropa

Kemenkumham pun menyatakan komitmennya untuk mengembangkan ekosistem KI di Indonesia yang berselaras dengan visi Indonesia Tahun 2045, yaitu menuju Indonesia emas, dengan berkolaborasi dan bersinergi bersama para pihak.

“Kedepan, saya menantikan konsistensi, kehadiran, dan peran serta seluruh elemen dalam ekosistem Kekayaan Intelektual untuk terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan melalui kreativitas dan inovasi,” ucapnya.

Salah satu penerima penghargaan adalah Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. Purwati yang mendapatkan penghargaan World Intellectual Property Organization (WIPO) National Award for Inventor.

Ia mengatakan, penelitian terkait dengan stem cell telah dilakukan sejak tahun 2009. Hingga tahun 2023, timnya telah memiliki 13 jenis varian hilirisasi terkait dengan stem cell dan variannya.

Ia bercerita bahwa pada awalnya, terdapat banyak rintangan dan hambatan dalam mendaftarkan paten, seperti revisi dan pemeliharaan paten. Namun, masalah itu dapat terselesaikan dengan bantuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham.

Baca Juga: Kekayaan Intelektual Expo 2024, Pamerkan 138 Produk Indikasi Geografis Indonesia dan Uni Eropa

“Saat ini kami juga sedang mengembangkan terkait dengan Genetic Engineering dan Gene Therapy. Sekarang sedang running riset, tidak lama lagi akan didaftarkan. Ini merupakan hal yang baru, bahkan di dunia internasional. Sehingga, harapan kami dengan adanya penelitian ini, Indonesia tidak akan tertinggal,” kata dia.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini