NAWACITAPOST.COM - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual mengadakan acara "Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024" yang bertempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Senin, 12 Juni 2024.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menjelaskan bahwa potensi kekayaan intelektual (KI) sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. Sektor ekonomi kreatif, sebagai bentuk pemanfaatan KI, telah berkontribusi sebesar 7,6% atau sekitar Rp1.280 triliun.
Acara yang mengusung tema "Kekayaan Intelektual dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Membangun Masa Depan dengan Inovasi dan Kreativitas" ini merupakan langkah DJKI untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami, melindungi, dan memanfaatkan kekayaan intelektual.
Menyadari potensi ini, DJKI Kemenkumham berkomitmen untuk membangun ekosistem KI di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan mempersiapkan generasi yang kompeten dan berdaya saing melalui pemanfaatan KI.
"Ekosistem KI adalah sebuah siklus berkelanjutan yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu kreasi, proteksi, dan utilisasi. Pembangunan ekosistem KI saat ini masih berada pada tahap awal, artinya masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai kematangan dan keberlanjutan," jelas Yasonna saat membuka acara pada Rabu, 12 Juni 2024.
Menurut Yasonna, peningkatan kapasitas masyarakat mengenai KI merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem KI. Saat ini DJKI telah membentuk National Intellectual Property Academy (NIPA), yang dikenal dengan nama Indonesia IP Academy pada 7 Juli 2023. Pembentukan Indonesia IP Academy sebagai pusat edukasi KI Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pemangku kepentingan, dan menyediakan informasi dan pemanfaatan KI.
Baca Juga: Kekayaan Intelektual Expo 2024, Pamerkan 138 Produk Indikasi Geografis Indonesia dan Uni Eropa
Tak hanya itu, Indonesia turut aktif dalam berbagai forum KI Internasional, salah satunya adalah Diplomatic Conference on Genetic Resources and Associated Traditional Knowledge (GRATK/DC) di Jenewa, Swiss, pada 13 s.d. 24 Mei 2024.
"Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan pentingnya instrumen hukum internasional untuk melindungi sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional, serta peran WIPO dalam mewujudkan upaya-upaya tersebut," ujarnya.
Untuk mendukung potensi KI di Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual setiap tahunnya menetapkan tahun tematik KI. Tahun 2024 ditetapkan sebagai Tahun Indikasi Geografis yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendaftaran, mempromosikan, serta memberdayakan produk-produk indikasi geografis (IG) Indonesia.
"IG memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dengan meningkatkan nilai jual produk dan membuka peluang ekspor. Contohnya, Garam Amed di Bali yang nilai jualnya meningkat dari Rp4.000/kg menjadi Rp35.000/kg setelah terdaftar sebagai produk IG. Selain itu, ada Kopi Gayo dari Aceh yang nilai jualnya meningkat dari Rp50.000/kg menjadi Rp120.000/kg setelah terdaftar sebagai produk IG di Uni Eropa," ucap Yasonna.
Baca Juga: Forum Indikasi Geografis Nasional, Langkah Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan
Ia melanjutkan, hingga saat ini, telah terdaftar sebanyak 138 produk IG dari berbagai wilayah di Indonesia dan 15 produk IG terdaftar dari luar negeri. Jumlah ini tentunya masih harus ditingkatkan mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya yang melimpah.
Berikut Daftar Produk Indikasi Geografis
Artikel Terkait
Kanwil Kemenkumham NTB Upayakan Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Rarak
Kemenkumham Sumsel Dorong Songket Palembang Sebagai Indikasi Geografis
Perayaan Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual 2024, Yasonna Laoly Bersama Dirjen KI Buka Forum Indikasi Geografis Nasional
Forum Indikasi Geografis Nasional, Langkah Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan
Kekayaan Intelektual Expo 2024, Pamerkan 138 Produk Indikasi Geografis Indonesia dan Uni Eropa