NAWACITAPOST.COM - Pemerintah dan sektor swasta terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup di desa-desa Indonesia. Salah satu langkah penting dalam arah ini adalah program Desa BRILiaN yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bersama Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan (Puslitdesbangda) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret.
Inaugurasi program Desa BRILiaN Batch 1 tahun 2024, yang diselenggarakan pada 4 Juni 2024, menandai awal dari serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan desa-desa di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong kolaborasi antar desa untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI, M Candra Utama, menjelaskan bahwa selama program ini, peserta desa menerima berbagai jenis pelatihan, mulai dari kepemimpinan hingga digitalisasi desa. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan alat yang diperlukan bagi setiap desa untuk mengembangkan potensi lokal mereka dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi.
"Pelatihan-pelatihan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh setiap desa untuk mengembangkan potensi dalam rangka menjawab permasalahan dan tantangan yang ada di desa," kata dia, dikutip Minggu (9/6/2024).
Baca Juga: Mengenal Adrianto P Adhi, Mengubah Landscape Kota dengan Inovasi
Dari 40 desa yang diapresiasi oleh BRI, 15 desa terpilih akan mendapatkan pendampingan langsung oleh BRI dan LPPM Universitas Sebelas Maret. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga mendapatkan dukungan dan arahan dalam menerapkan pengetahuan yang telah didapat.
Melalui program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan aspek ekonomi desa, tetapi juga fokus pada digitalisasi, keberlanjutan, dan inovasi. Ini mencerminkan komitmen BRI untuk tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial bagi masyarakat desa.
Sejak dijalankan pada tahun 2020, program Desa BRILiaN telah diikuti lebih dari 3.000 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan para pihak yang terlibat sehingga seluruh rangkaian pelatihan Desa BRILiaN Batch 1 dapat berjalan dengan lancar," imbuhnya.
Dukungan yang diberikan oleh BRI tidak hanya terbatas pada pelatihan dan pendampingan, tetapi juga meliputi penguatan ekosistem ekonomi desa melalui program seperti Klasterkuidupku. Platform online seperti linkumkm.id juga telah dikembangkan untuk memfasilitasi UMKM di desa untuk naik kelas dalam perekonomian digital.
Program Desa BRILiaN bukan hanya sekadar program pelatihan, tetapi merupakan wujud nyata dari upaya kolaboratif antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk menggerakkan roda pembangunan di desa-desa Indonesia. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan komitmen yang kuat, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat desa.
"Program pemberdayaan Desa BRILiaN ini merupakan wujud nyata BRI yang terus berkomitmen untuk meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat. Semoga dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi kebangkitan Ekonomi Masyarakat Desa," kata Candra.