NAWACITAPOST.COM - Cuaca ekstrem, peningkatan permukaan laut, penurunan jumlah terumbu karang, hingga menipisnya lapisan ozon merupakan sederet peristiwa yang terjadi akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Untuk memperbaiki ekosistem yang terdampak tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang lama.
Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI mengambil peran aktif dalam mendukung pemulihan ekosistem dan upaya pemerintah memerangi perubahan iklim melalui berbagai program yang nyata dan berkelanjutan. BRI Peduli, sebagai payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menginisiasi program 'BRI Menanam - Grow & Green'.
Program ini melibatkan serangkaian aktivitas yang mendukung pemulihan ekosistem di laut maupun di darat. Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menjelaskan bahwa BRI Menanam - Grow & Green diimplementasikan dalam berbagai aktivitas, seperti Grow & Green Mangrove, Grow & Green Reforestation, Grow & Green Coral Reef, dan Grow & Green Biodiversity.
"Program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan yang bertujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian," ungkap Catur, Rabu (5/6/2024).
Baca Juga: Apakah Hewan Kurban Harus Jantan? Ini Panduan dari MUI
Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam - Grow & Green telah menanam 42.800 bibit pohon, termasuk mangrove, cemara laut, dan tanaman produktif seperti durian, kopi, aren, pinus, dan pala. Selain itu, program ini juga telah melakukan transplantasi 2.430 fragmen terumbu karang di beberapa pulau di Indonesia.
Secara keseluruhan, program ini berpotensi menyerap karbon sebesar 9.653,51 Ton CO2e per tahun. Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti organisasi non-profit dan masyarakat dengan jangka waktu tertentu. Program ini juga merupakan program berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
Catur menambahkan bahwa BRI Menanam – Grow & Green mengedepankan tiga nilai inti yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam nilai sosial, program ini memberikan pemberdayaan kepada kelompok tani. Sebagai hasilnya, program ini telah memberdayakan 17 kelompok tani atau nelayan yang terlibat dalam penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan pendataan serta monitoring tanaman atau fragmen terumbu karang.
Dalam aspek ekonomi, program ini meningkatkan pendapatan kelompok dari kegiatan penanaman, perawatan, dan pendataan tanaman. BRI Menanam - Grow & Green telah membuka lapangan kerja bagi 607 Kepala Keluarga (KK), dengan hasil panen tanaman produktif yang menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat.
Baca Juga: Tuntut Keadilan, PDIP Desak Polda Metro dan KPK Tak Kriminalisasi Hasto
Indonesia menghadapi 14 juta hektar lahan kritis akibat degradasi lahan oleh aktivitas illegal logging, kebakaran hutan, atau alih fungsi hutan. Penanaman pohon produktif melalui program ini merupakan upaya nyata dalam membantu pemerintah mengurangi dampak buruk dari lahan kritis seperti banjir, longsor, dan kekeringan, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi dan adaptasi perubahan iklim.
"Penanaman pohon produktif juga diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat. Kami memastikan bahwa pohon-pohon produktif yang ditanam mendapat perawatan dan pendampingan sehingga pada akhirnya bisa dipanen dan membantu perekonomian anggota kelompok," tegas Catur.
Dengan komitmen dan langkah nyata yang dilakukan melalui program BRI Menanam - Grow & Green, BRI mendukung pemulihan ekosistem dan memerangi perubahan iklim. Selain itu BRI juga membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Tingkatkan Layanan Perbankan, Kemenkumham Sumsel Terima Kunjungan Pimpinan BRI Palembang Sriwijaya
WBP Lapas Kelas IIA Sibolga Kanwil Kemenkumham Sumut Terima Sosialisasi Brizzi Dari BRI Cabang Sibolga
Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Adakan Sosialisasi Bersama Bank BRI Kacab Panyabungan
Lapas Kelas IIB Sekayu Terima Bantuan Dana Renovasi Aula dari BRI Cabang Sekayu
Optimalkan Pendapatan Recovery, BRI Dorong Pemasaran Aset Bermasalah Melalui Platform Pemasaran Digital