nasional

Pelatihan Bank Sampah dan Budidaya Maggot: Langkah PNM Untuk Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

Minggu, 2 Juni 2024 | 19:18 WIB
Pelatihan Bank Sampah dan Budidaya Maggot (Dok. PNM)

NAWACITAPOST.COM - Nilai dan budaya perusahaan PNM menjadi motivasi bagi Triska untuk bergabung sebagai Account Officer (AO) atau Petugas Pendamping di Program PNM Mekaar milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM), di mana ia telah bekerja selama 2 tahun.

Kisah ini bermula dari seorang nasabah PNM Mekaar di Padalarang yang mengungkapkan kebutuhan akan pengelolaan sampah akibat tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah mereka terbakar.

Cerita ini diabadikan melalui program PNM Bercerita, sebuah kompetisi video yang diikuti oleh 62 cabang PNM sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-25 PNM dengan tema "Terus Tumbuh Tuk Bangun Asa."

Tergerak oleh cerita tersebut, Triska memutuskan untuk membantu nasabah tersebut dengan memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah. Melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Triska dan nasabah PNM Unit Padalarang belajar bersama mengenai pengelolaan bank sampah melalui Bank Sampah Bukit Berlian Padalarang. Selain pelatihan pengelolaan sampah, PNM juga memberikan pelatihan tentang budidaya maggot.

Baca Juga: PNM Berikan Pelatihan Nasabah Mekaar di Dusun Butuh Untuk Kesejahteraan

Pelatihan ini merupakan bagian dari tiga modal yang diberikan oleh PNM untuk mendukung pertumbuhan usaha ultra mikro dan UMKM. PNM menyediakan tiga modal yaitu finansial, intelektual, dan sosial.

Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif. Modal intelektual disalurkan melalui pendampingan, pelatihan, serta berbagi informasi dan pengalaman.

Sedangkan modal sosial bertujuan membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang dapat membantu mempercepat perkembangan usaha nasabah.

Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi menyampaikan bahwa “Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

Jadi, bank sampah dapat berguna untuk merubah sesuatu yang tidak ternilai menjadi sesuatu yang berharga.

Harapan saya juga hal ini bisa memberikan manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya pada pillar ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat di lingkungan sekitar.”

Baca Juga: Komite IV Mempertegas Peran PT. PNM Mendoronh Pertumbuhan Peningkatan Ekonomi Pelaku Usaha Ultra Mikro di Bali

Triska yang sudah bermimpi untuk dapat bekerja di perusahaan BUMN, sekarang mimpinya terwujud menjadi AO PNM Mekaar. Triska mengatakan memang jalan yang ia lalui tidak selalu mudah, tapi ia bersyukur dampak kehadirannya tidak hanya bisa banyak membantu para ibu ibu nasabah melalui pembiayaan saja, pelan pelan lingkungan para ibu nasabah juga bisa ia bantu untuk lebih sehat.

Ibu Ema selaku ketua kelompok PNM Mekaar unit Padalarang mengatakan “Alhamdulillah berkat pelatihan yang diberikan, sekarang ibu-ibu disini bisa mengelola sampah organik secara mandiri dan juga sebanyak hampir 2 ton sampah organik sudah berhasil dikelola di bank sampah bukit berlian padalarang.

Halaman:

Tags

Terkini