nasional

Erupsi Gunung Ruang Sulawesi Utara, BMKG: Pentingnya Deteksi Dini dan Informasi Cuaca Penerbangan

Sabtu, 20 April 2024 | 09:44 WIB
Gunung Ruang Sulawesi Utara (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara tidak hanya memengaruhi wilayah sekitarnya, namun juga memberikan dampak signifikan bagi dunia penerbangan.

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menekankan pentingnya deteksi dini dan informasi cuaca penerbangan untuk menjaga keselamatan penerbangan.

"Abu vulkanik yang terlempar ke udara dapat merusak badan pesawat dan fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan," kata Guswanto dalam keterangan resmi pada Jumat, 19 April 2024.

Sejak letusan pertama Gunung Ruang, Meteorological Watch Office (MWO) Ujung Pandang di Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin, Makassar, telah menerbitkan peringatan dini cuaca signifikan untuk penerbangan terkait abu vulkanik (SIGMET VA) sebanyak 21 kali.

Selain itu, Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi telah mengeluarkan peringatan dini abu vulkanik di bandar udara (Aerodrome Warning VA) pada 18 April 2024 pukul 01.00 UTC.

Baca Juga: Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud Tanggapi Potensi Penolakan Permohonan Sengketa Pilpres oleh MK

Atas informasi tersebut, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) tentang penutupan Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado hingga 19 April 2024 pukul 10.00 UTC.

SIGMET VA dan Aerodome Warning VA dikeluarkan untuk memberikan informasi tentang sebaran abu vulkanik kepada pihak terkait, terutama dalam menentukan rute penerbangan dan menghindari wilayah udara yang terdampak.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Dhira Utama, mengatakan bahwa abu vulkanik teramati dengan jarak pandang mendatar 10 kilometer dan diperkirakan akan berlangsung hingga 16.10 WITA dengan tendensi melemah.

Oleh karena itu, maskapai penerbangan diminta untuk memperbarui informasi dampak sebaran abu vulkanik secara berkala.

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Achadi Subarkah Raharjo, sebaran abu vulkanik terdeteksi di wilayah Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah bagian utara, dan sebagian Pulau Kalimantan.

Baca Juga: Kafilah MTQ Kabupaten Siak Bersiap Menuju MTQ Provinsi Riau XLII di Kota Dumai

Guswanto juga meminta otoritas layanan bandara dan maskapai penerbangan untuk memantau informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) dan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) untuk memutuskan apakah bandara tetap dibuka atau ditutup.

Saat ini, BMKG terus mengantisipasi perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Ruang dengan pemantauan berbagai sumber, termasuk citra satelit, pemodelan, dan pengamatan langsung di bandara.

Kolaborasi dan koordinasi antarnegara dan wilayah dianggap penting dalam meningkatkan kesadaran situasional akan letusan gunung berapi.

Tags

Terkini