NAWACITAPOST.COM — Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara memimpin panggung diplomasi ekonomi global dengan mengunci komitmen strategis bernilai miliaran dolar untuk mengakselerasi lompatan besar pembangunan nasional.
Melalui kemitraan megah bersama Islamic Development Bank (IsDB), Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Member Country Partnership Strategy (MCPS) Indonesia–IsDB 2026–2030, sebuah pijakan taktis yang dirancang untuk memperkokoh fondasi ekonomi serta melontarkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia ke tingkat dunia.
Peluncuran cetak biru pembangunan berjangka lima tahun tersebut ditandai dengan jabat tangan strategis antara Menkeu Suahasil Nazara dan Presiden IsDB Group Dr. Muhammad Al Jasser dalam puncak kunjungan delegasi tertinggi IsDB di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Buntut Polemik Ucapan 'Enjoy' Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Palembang Akui Salah Pilih Kata
Kerja sama ini menjadi monumen pembuktian ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global, sekaligus menyalakan mesin pertumbuhan baru yang berfokus pada modernisasi infrastruktur dan penguatan modal manusia (human capital).
Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Instagram.com/@menkeuri)
Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan manifestasi dari ketangguhan fondasi ekonomi domestik yang siap dikonversi menjadi akselerasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pada hari ini, kita juga meluncurkan Indonesia–IsDB Member Country Partnership Strategy atau MCPS untuk periode 2026 hingga 2030. Hal ini menandai komitmen baru untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dan berkontribusi terhadap kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota IsDB,” ujar Menkeu Suahasil Nazara.
Menkeu menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi harus dilanjutkan dengan ekspansi kapasitas produktif, penyerapan investasi berbobot tinggi, serta pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya.
Kehadiran IsDB diposisikan bukan sekadar sebagai penyedia pembiayaan, melainkan sebagai katalis pengetahuan dan keahlian global yang dapat menerjemahkan prioritas nasional menjadi peningkatan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Langkah berani yang dikomandoi Menkeu Suahasil Nazara tersebut menyuntikkan potensi dana segar sebesar 2,56 miliar dolar AS ke dalam pipeline proyek-proyek vital nasional.
Presiden IsDB Group Dr. Muhammad Al Jasser mengungkapkan rasa kagumnya terhadap posisi geostrategis Indonesia yang kini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kelima IsDB sekaligus pemeluk Islam terbesar di antara negara anggota.
“Dengan meluncurkan MCPS, kami menegaskan kembali komitmen untuk terus melakukan lebih banyak hal. MCPS memiliki indikasi nilai pendanaan sekitar 2,56 miliar dolar AS, namun angka tersebut masih bersifat indikatif. Jika implementasi dan pelaksanaan proyek-proyek yang saat ini berada dalam pipeline berjalan dengan baik, nilai tersebut dapat ditingkatkan dan diperluas untuk mendukung lebih banyak proyek,” ujar Presiden IsDB Group.
Sinergi tingkat tinggi ini diintegrasikan secara presisi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.
Baca Juga: Diduga Abaikan Hasil RDP DPRD Batam, PT SBS dan Ditpam BP Batam Benturkan Aparat dengan Warga
Menurut Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, kolaborasi yang diresmikan oleh Menkeu Suahasil Nazara ini melampaui transaksi finansial semata.
“MCPS selaras dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, serta dibangun di atas dua prioritas, yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung konektivitas, ketahanan, dan pengembangan industri, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan yang dibutuhkan untuk transformasi Indonesia. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas.
Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi saluran transfer teknologi dan keahlian lintas negara, di mana Indonesia tidak hanya menyerap manfaat, tetapi juga siap membagikan pengalaman pembangunannya kepada negara-negara berkembang lainnya melalui South-South Cooperation (SSC).
Baca Juga: Horor Terlepasnya Roda Chery Omoda 5 di Malaysia: Seberapa Bahaya Jika Komponen Ini Patah?
Menutup seremoni bersejarah tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara optimistis bahwa keberhasilan peluncuran MCPS 2026–2030 akan menjadi legacy berharga dalam mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Harapan kami, kemitraan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan, meningkatkan kesejahteraan, dan membantu membangun masa depan di mana kemakmuran dapat dirasakan secara lebih luas,” pungkas Menkeu Suahasil Nazara.