Kamis, 8 Oktober 2026

Mengenal Rais Aam, Puncak Kepemimpinan Keagamaan Tertinggi NU yang Kini Disorot

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:02 WIB
Rais Aam PBNU saat ini adalah KH Miftachul Akhyar yang terpilih pada Muktamar Ke-35 NU. (Foto: YouTube NU Online)
Rais Aam PBNU saat ini adalah KH Miftachul Akhyar yang terpilih pada Muktamar Ke-35 NU. (Foto: YouTube NU Online)

NAWACITAPOST.COM — Jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, melaporkan dugaan politik uang dalam proses pemilihannya di Muktamar NU ke-35 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Di balik riuh dugaan tersebut, posisi Rais Aam memegang peranan esensial yang sangat krusial bagi arah perjalanan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini.

Secara hierarki, Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi dalam jajaran Syuriyah PBNU. Dalam struktur organisasi NU, kepengurusan terbagi menjadi dua unsur utama, yakni Syuriyah dan Tanfidziyah.
 
 
Syuriyah bertindak sebagai badan pimpinan tertinggi yang berfokus pada pembahasan persoalan keagamaan, penentuan arah kebijakan spiritual, serta pemberian pandangan hukum Islam atas berbagai isu strategis masyarakat. Peran ini berbeda secara mendasar dengan Ketua Umum PBNU yang memimpin jajaran Tanfidziyah.
 
Jika Tanfidziyah berfokus pada ranah eksekutif untuk menjalankan kebijakan operasional dan program organisasi, maka Rais Aam di puncak Syuriyah memegang otoritas tertinggi dalam membimbing moral serta menentukan kompas keagamaan NU.
 
Meski memiliki pembagian fungsi yang kontras, kedua posisi tersebut saling berkelindan dalam menggerakkan kepemimpinan organisasi.

Mengingat bobot strategisnya, pemilihan Rais Aam diputuskan dalam forum Muktamar NU, yakni musyawarah tertinggi organisasi yang digelar untuk merumuskan agenda besar sekaligus menetapkan nakhoda kepemimpinan baru.
 
 
Oleh karena itu, mekanisme pergantian Rais Aam selalu menjadi bagian paling krusial dan dinantikan dalam setiap helatan Muktamar.

Dinamika pemilihan inilah yang belakangan memanas usai PCNU Sekadau melaporkan dugaan aliran dana yang disinyalir bertujuan memuluskan dukungan calon Rais Aam.
 
Menanggapi aduan masyarakat tersebut, lembaga antirasuah mengonfirmasi telah menerima laporan yang masuk.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap verifikasi awal dan telaah mendalam.
 
 
"Laporan tersebut masih akan melalui proses telaah dan belum berarti dugaan politik uang telah terbukti," ujar Budi.
 
Ia juga meluruskan simpang siur informasi dengan menegaskan tidak ada uang yang diserahkan pihak pelapor kepada KPK dalam proses pengaduan tersebut.

Kedudukan Rais Aam sebagai penentu arah kepemimpinan keagamaan menjadikan setiap proses pemilihannya bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan penentu wajah kepemimpinan moral NU selama satu periode kepengurusan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini