nasional

Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Sinergi Kemenkeu-BI Demi Bentengi Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 25 September 2026 | 10:50 WIB

NAWACITAPOST.COM — Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) terus memperketat barisan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna membentengi stabilitas perekonomian nasional sekaligus memacu laju pertumbuhan sektor riil.

Komitmen strategis tersebut dimatangkan dalam perhelatan High Level Meeting antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia, Kamis (24/9).

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi, baik secara bilateral maupun di bawah payung Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK).
 
Baca Juga: Cium Jejak Modus Sparepart, Bea Cukai Malili Bongkar Ribuan Tramadol Ilegal
 
Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh instrumen kebijakan bergerak selaras dan presisi sesuai mandat lembaga masing-masing.
 

“Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks KSSK dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk Republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor riil, bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian yang bekerja,” ujar Suahasil Nazara.

“Karena sektor-sektor ini yang menciptakan nilai tambah, sektor-sektor ini yang menciptakan penciptaan lapangan kerja,” lanjutnya.
 
Baca Juga: Update Korban Banjir Bandang Solok: Duo Warga Hilang dan Puluhan Jiwa Mengungsi

Lebih lanjut, Suahasil menggarisbawahi bahwa penyelarasan garis kebijakan tidak hanya berfokus pada dinamika angka-angka pertumbuhan, melainkan juga berorientasi penuh pada pelindungan serta kesejahteraan masyarakat luas.

“Karena itu kita cari terus sinergi kita sehingga di dalam mandat kebijakan kita masing-masing, kita bisa terus menumbuhkan perekonomian, menumbuhkan ekonomi, dan juga melindungi masyarakat kita,” tegas Menkeu.

Dalam ranah makro yang lebih spesifik, kerja sama harmonis kedua lembaga terus difokuskan pada pengelolaan likuiditas pasar dan pembentukan suku bunga yang sehat.
 
Mengenai penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara, Suahasil memastikan prosesnya dieksekusi secara terukur dan berada dalam koordinasi yang amat ketat bersama BI serta perbankan nasional yang bernaung di bawah Danantara.
 
Baca Juga: Revolusi Logistik: Kementerian Keuangan Rilis Aturan Baru Impor Ekspor Returnable Package

“Termasuk soal SAL yang ditempatkan di Bank Himbara, di dalam update APBN KiTA yang lalu telah kami sampaikan bahwa kita melanjutkan dengan cara yang sangat terukur dan dalam koordinasi yang sangat erat dengan Bank Indonesia dan juga dengan Bank-Bank Himbara yang ada di bawah Danantara,” ungkapnya.

Sementara pada strategi pembiayaan APBN, Suahasil memastikan penerbitan instrumen keuangan negara tetap diperhitungkan secara pruden dan cermat, mengkalkulasi kebutuhan kas, kondisi dinamika pasar, hingga kesinambungan fiskal jangka panjang.

“Strategi penerbitan surat berharga negara, surat perbendaharaan negara ini kita diskusikan dengan Bank Indonesia. Karena harus memperhatikan kebutuhan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko, dan juga kesinambungan fiskal,” terang Suahasil.

Menutup pernyataannya, Menkeu Suahasil Nazara kembali mengingatkan bahwa fondasi utama pembangunan nasional adalah stabilitas sistem keuangan yang tangguh, sehat, dan optimal dalam menjalankan fungsi intermediasi bagi kemajuan perekonomian Indonesia.

“Stabilitas adalah fondasi kita. Melalui KSSK bersama Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Danantara kita akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan agar sektor keuangan kita mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kita,” pungkasnya.

Tags

Terkini