NAWACITAPOST.COM — Sebuah potongan video yang memperlihatkan aksi protes seorang tenaga pendidik di Bogor, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial.
Guru wanita tersebut meluapkan kekecewaannya terhadap instruksi pengecekan kelayakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai melenceng dari fungsi utama pengajar dan memberatkan tugas pedagogik di sekolah.
Dalam unggahan akun Instagram @reset.feeds pada Selasa (22/9/2026), guru tersebut sengaja merekam dirinya saat memeriksa makanan dengan cara mengendus wadah ompreng MBG.
Baca Juga: Kalimantan Dilanda Karhutla: Asap Pekat Mengepul, Truk Kayu Gelondongan Masih Bebas Melintas
Ia merasa kewajiban memeriksa fisik makanan secara detail justru menyita waktu dan mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas.
"Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya," ujar guru tersebut dalam rekaman video. "Ada yang bilang gitu coba, ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya."
Keresahan itu memuncak lantaran tugas pemeriksaan kualitas makanan dianggap bukan bagian dari tanggung jawab profesional seorang pendidik. Guru tersebut mengkhawatirkan fokus mendidik para siswa akan terpecah akibat adanya beban tambahan tersebut.
"Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang," beber perekam video itu. "Ini berapa biji ini? Kita pengajar bukan jadi tukang endus-endus MBG. Enggak ngajar, dong, kalau kayak gini."
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai aksi protes yang menjalar di jagat maya tersebut.
Sementara itu, instruksi pengawasan makanan di lingkungan sekolah bersumber dari arahan resmi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
Melalui akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono pada Jumat (18/9/2026), Sudaryono mengimbau para guru untuk ikut menyantap menu MBG bersama para siswa sebagai langkah pengujian organoleptik terakhir sebelum makanan dikonsumsi.
"Guru juga punya peran untuk ikut makan bersama peserta didik sekaligus memperhatikan kondisi makanan yang diterima," kata Sudaryono. "Sekolah diharapkan tak ragu memberikan masukan ketika menemukan pelayanan yang perlu diperbaiki."
Sudaryono menjelaskan bahwa pengawasan mencakup pemeriksaan label pada ompreng, batas waktu konsumsi, kondisi fisik makanan, hingga ketepatan waktu distribusi.
"BGN menginstruksikan Bapak/Ibu Guru ikut menyantap menu MBG bersama para siswa di sekolah. Ruang kelas harus menjadi ajang edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan," tandasnya.
Fenomena ini memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat terkait batas kewajaran beban kerja sampingan bagi tenaga pendidik di luar tugas utamanya mengajar di sekolah.
Artikel Terkait
Wali Kota Kendari Mengaku Pusing Hadapi Krisis BBM dan Antrean Mengular di SPBU
Update Skandal Tipu-tipu Uang Titipan Maba di Unsoed: KPK Periksa Dokter dan ASN
Update Kasus Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda: Basarnas Resmi Hentikan Pencarian
Wali Kota Bekasi Ajukan Perubahan APBD 2026, Postur Anggaran Melonjak Tembus Rp7,5 Triliun
Pacu Kesiapan Porprov Jabar 2026, Wali Kota Bekasi Sisir Ketat Kelayakan Venue