NAWACITAPOST.COM — Kementerian Pertahanan RI merespons usulan Pemerintah Kabupaten Nias Barat terkait penguatan pengawasan maritim di wilayah barat Kepulauan Nias yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Usulan itu disampaikan Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si. saat bertemu Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Bupati menilai keberadaan Yonif TP 903/Baluseda telah memperkuat pertahanan darat, namun pengawasan wilayah laut, khususnya di kawasan Sirombu dan gugus pulau bagian barat Nias, masih perlu diperkuat.
Menanggapi hal tersebut, Wamenhan mengatakan pembangunan Lanal maupun satuan Marinir membutuhkan kajian dan proses lebih lanjut. Untuk tahap awal, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) dinilai dapat menjadi salah satu opsi.
“Kalau membangun brigade Marinir atau Lanal mungkin masih membutuhkan proses. Yang paling sederhana biasanya Angkatan Laut mempunyai pos-pos. Mungkin sementara bisa kita sarankan Pos AL,” kata Donny.
Baca Juga: Nias Barat Siapkan Trade Connect 2027–2029, Perkuat Rantai Nilai Produk Lokal
Menurut Wamenhan, konsep yang disampaikan Pemkab Nias Barat akan diteruskan kepada Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Laut. Pertemuan juga membahas optimalisasi patroli di perairan barat Nias, termasuk keberadaan KAL Hinako.
Selain pertahanan maritim, audiensi membahas pengembangan sumber daya manusia. Wamenhan mendorong Pemkab Nias Barat menyiapkan putra-putri terbaik daerah untuk mengikuti seleksi Universitas Pertahanan RI dan penerimaan prajurit TNI.
Persoalan air bersih serta usulan Kampung Nelayan Merah Putih juga turut dibahas sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat dan kawasan pesisir.
Bupati Eliyunus menegaskan bahwa Nias Barat siap mendukung kebutuhan pertahanan nasional sesuai kewenangan daerah, baik melalui penyediaan data, lahan, akses infrastruktur maupun koordinasi dengan masyarakat.
“Kami tidak meminta perhatian karena Nias Barat jauh dari pusat. Kami menawarkan posisi strategis Nias Barat untuk kepentingan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Eliyunus, posisi Nias Barat yang langsung menghadap Samudera Hindia menjadikan penguatan wilayah tersebut tidak hanya penting bagi pembangunan daerah, tetapi juga bagi kepentingan strategis nasional.(Yogi)