nasional

Sempat Ditutup Imbas Abu Anak Krakatau, Ini Daftar 10 Bandara yang Kembali Resmi Beroperasi

Selasa, 8 September 2026 | 18:50 WIB
Daftar 10 bandar udara yang kembali beroperasi usai sempat ditutup karena terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (Instagram.com/@jktdiemplease)

NAWACITAPOST.COM — Aktivitas penerbangan nasional mulai bangkit setelah sempat melumpuhkan ruang udara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
 
PT Angkasa Pura Indonesia mengonfirmasi bahwa operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Husein Sastranegara Bandung telah resmi kembali dibuka pada Selasa, (8/9/2026).

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim menyatakan, keputusan pembukaan kembali layanan penerbangan di tiga bandara utama tersebut merujuk pada pembaruan Notice to Air Missions (Notam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia. Status resumed operations secara resmi berlaku mulai pukul 00.30 WIB.
 
Baca Juga: Dua WNA Diduga Melanggar, Imigrasi Semarang Sisir Ratusan Warga Asing Kendal

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan," kata Arie dalam keterangan resminya, pada Selasa, (8/9/2026).

Proses pemulihan dilakukan melalui serangkaian prosedur ketat untuk memastikan keselamatan maskapai. Petugas di lapangan telah membersihkan seluruh paparan abu vulkanik di area apron, taxiway, hingga runway.

"Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," jelas Arie.

"Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," sambungnya.
 
Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik: Delapan Bandara Ditutup, KDM Siapkan Kertajati Jadi Alternatif

Sementara itu, General Manager Bandara Soetta, Heru Karyadi menjelaskan bahwa skema pembukaan kembali bandara dilakukan bertahap demi menjaga keamanan penerbangan.
 
Pengendalian arus lalu lintas udara memanfaatkan sistem Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur kepadatan jadwal penerbangan.

"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM," tutur Heru dalam keterangannya, pada Selasa, 8 September 2026.

Heru menambahkan bahwa langkah ini diambil guna mempercepat keberangkatan armada yang sebelumnya menumpuk serta memulihkan kapasitas apron.
 
Baca Juga: Gempuran Abu Krakatau, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Siagakan Posko Hingga PJJ

"Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," terangnya.

Pihak pengelola mengimbau masyarakat untuk memastikan kembali manifes dan waktu keberangkatan mereka.
 
"Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan," imbuhnya.

Keputusan pembukaan Bandara Soetta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara diikuti oleh pembukaan simpul penerbangan lainnya di wilayah sekitar. Bandara Radin Inten II dilaporkan kembali beroperasi mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.
 
Baca Juga: BPBD Jabar Siaga Penuh Pasca-Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Wilayah Jawa Barat

Secara keseluruhan, pembaruan Notam mencatat terdapat 10 bandara yang telah beroperasi kembali pasca-erupsi, yaitu:
  • Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
  • Bandara Radin Inten II (Lampung)
  • Bandara Muhammad Taufiq Kiemas
  • Bandara Budiarto (Curug, Banten)
  • Bandara Pondok Cabe (Banten)
  • Bandara Salakanagara Tanjung Lesung
  • Bandara Budiarto Curug Banten (kembali dibuka sejak pukul 02.25 WIB)
  • Bandara Pondok Cabe Banten (kembali dibuka sejak pukul 02.25 WIB)

Tags

Terkini