nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, Operasional Bandara Soetta Lumpuh Total

Senin, 7 September 2026 | 21:32 WIB
Penumpukan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta imbas aktivitas erupsi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Threads/limiaaprilianti - kurniawan.arf)

NAWACITAPOST.COM — Serangan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan.
 
Langkah krusial demi keselamatan penerbangan ini memicu penumpukan ribuan calon penumpang dan melumpuhkan ratusan aktivitas penerbangan dari dan menuju Tangerang, Banten.

Semula, otoritas bandara mengumumkan penghentian operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026) hingga pukul 09.30 WIB. Namun, akibat eskalasi bahaya material vulkanik, penutupan terpaksa diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB.
 
Baca Juga: Bayar Pajak Lebih Mudah dan Praktis lewat Samsat Drive Thru, Cek Lokasinya

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 13.30 WIB,” tulis keterangan resmi Bandara Soetta pada Minggu (6/9/2026).

Pihak pengelola mengimbau seluruh calon penumpang untuk aktif memeriksa penyesuaian jadwal melalui maskapai masing-masing atau menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.
 
Pihak bandara juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat situasi darurat bencana alam tersebut.

Dampak dari keputusan ini langsung memicu drama penumpukan calon penumpang di area terminal, khususnya Terminal 3. Sejumlah pengguna media sosial membagikan suasana mencekam saat penerbangan mereka tertunda berulang kali hingga akhirnya dibatalkan.
 
Baca Juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau Capai Bekasi, Wali Kota Imbau Warga Tetap Tenang

“Terjadi penumpukan di Bandara Soetta T3, stay safe everyone! Sementara penerbangan masih ditutup sampai jam 13.30 WIB,” tulis akun Threads @dedes_dl.

Pemilik akun tersebut mengisahkan pengalaman pahit saat sempat memasuk pesawat sebelum akhirnya diminta keluar kembali.

“Dari jam 11 malam udah di bandara, flight jam 01.15 WIB, udah boarding terus disuruh keluar pesawat lagi dan diminta menunggu sampai jam 6.30 WIB. Sekarang disuruh tunggu lagi sampai jam 09.30 WIB. Kalau memang mau cancel, gapapa banget karena alasan keselamatan, tapi harus jelas, karena kami butuh tidur juga,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan akun Threads @limiaaprilianti yang membagikan visual kepadatan massa di area bandara. “Begini ya suasana Bandara Soetta T3, masih ditutup sampai siang,” tulisnya.
 
Baca Juga: Viral Warga Lampung Dilanda Sesak Hujan Abu Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ancaman abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengandung partikel silika sangat berbahaya bagi armada udara.
 
Jika terhisap ke dalam mesin jet bertekanan tinggi, material tersebut dapat meleleh, menempel pada komponen internal, menyumbat aliran udara, hingga mengakibatkan mesin kehilangan tenaga dan mati total di udara.

Untuk mengantisipasi kerusakan fatal, jajaran maskapai membungkus rapat seluruh mesin pesawat menggunakan penutup plastik khusus.

“Semua penerbangan di-cancel, sampai ditutup ini mesin pesawatnya,” tulis akun Threads @kurniawan.arf.
 
Baca Juga: Pukulan Telak DPR: RUU Perampasan Aset Harus Babat Habis Kejahatan Perbankan

Langkah perlindungan tersebut diamini oleh akun Threads @andit.s yang menyaksikan langsung kondisi di apron. “Kondisi pesawat T3 grounded semua dengan cover plastic di jet engine,” tulisnya.

Hingga pukul 09.30 WIB, tercatat sedikitnya 209 penerbangan resmi dibatalkan. Angka tersebut mencakup 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, serta 10 penerbangan kargo.

Tags

Terkini