nasional

Langkah Strategis Pemkab Rokan Hulu Upaya Percepatan Penurunan Stunting.

Kamis, 7 Maret 2024 | 21:26 WIB
Foto Tim Percepatan Penurunan Stunting Adakan Pertemuan secara Zoom Meting (Diskominfo Pemkab Rohul )
 
NAWACITAPOST.COM  - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul), Riau, terus melakukan terobosan upaya percepatan penurunan Stunting.
 
Hal ini dilaksanakan melalui Tim
Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemkab Rohul dengan melakukan salah satu langkah Strategis yaitu Mid Project Expose atau kerja sama dengan mitra untuk Pendampingan Teknis dan Advokasi.
 
Acara secara Zoom Meting di Ruang Vidcon Diskominfo, Rabu (06/03/2024), dilansir Kamis (7/3) dihadiri Wakil Ketua TPPS Rohul Drs. Yusmar, M.Si, Sekretaris TPPS Rohul Dr. Leni Sumbari, seluruh anggota TPPS Rohul.
 
Datang dari Perwakilan Bappeda Provinsi Riau Tuti Setiawati, Perwakilan Tanoto Foundation Francsisca Wulandari dan Yayasan Cipta Program Manajer Wihdaturrahmah.
 
Kemudian District Manager Nur Azizah dan District Officer Area Rahmad Ramadhan Perwakilan Program Pendampingan Kabupaten Rokan Hulu sebagai Mitra 
 
Yusmar Wakil Ketua TPPS Pemkab Rohul mengatakan, penurunan stunting telah ditetapkan sebagai isu Prioritas Nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
 
 
Lanjutnya, Sebagai salah satu langkah strategis dalam penurunan stunting, Pemkab Rohul lakukan kerja sama dengan Yayasan Cipta dengan dukungan dari Tanoto Foundation yang telah melakukan Program Kemitraan Pendampingan Teknis dan Advokasi untuk Percepatan Penurunan Stunting selama 2 Tahun.
 
Ia menjelaskan, di Kabupaten Rohul mengalami Penurunan Stunting dari tahun 2021 dengan angka 25.8% menjadi 22% di tahun 2022 dan di tahun 2023 turun 3%.
 
"Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Pemkab Rohul bersama Mitra lintas sektor namun Akselerasi melalui Penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku tetap diperlukan agar angka stunting di Rohul dapat turun dengan target yang diharapkan yaitu 14% di Tahun ini,"  jelasnya.
 
 
Yusmar juga Kepala Bappeda Rohul juga menyampaikan Aktivitas Kunci yang telah dilakukan bersama mitra dari
September 2022 hinga 2023 meliputi, Audiensi bersama Pemkab Rohul dalam rangka penguatan teknis dan komitmen, Lokakarya Penguatan Kapasitas, Lokakarya Implementasi Strategi.
 
"Selanjutnya, Komunikasi dan Perubahan Perilaku (SKPP), Lokakarya Identifikasi Tokoh Kunci Agama, Pendampingan rutin untuk merancang dan mengimplementasikan penyelenggaraan pelatihan, Lokakarya Prarembuk Stunting, Lokakarya manajemen data pengetahuan dan Pendampingan rutin untuk mendorong Pemkab dalan
melaksanakan strategi," ujar Mantan Kadis Kominfo dan beberapa Dinas Pemkab Rohul ini.
 
Sementara itu, Tuti Setiawati sebagai perwakilan Bappeda Provinsi menambah kan, Stunting merupakan program prioritas nasional, dalam mengimplementasikan 5 pilar dan 8 aksi konvergensi sebagai instrumen
pembinaan dan pengawasan pemda dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.
 
 
Sambungnya, dari hasil Audit kasus stunting ditahun 2023 penyebabnya meliputi, Ibu hamil banyak yang tidak memeriksa perkembangan kehamilan, ibu hamil mengalami gangguan psikologis emosional karena masalah ekonomi dan keluarga.
 
"Ibu nya tidak KB Pasca salin, bayi tidak IMD, bayi tidak asi ekslusif, Catin tidak
screening Pranikah dan balita dengan riwayat infeksi berulang. Diharapkan langkah strategis ini bisa menekan penurunan angka stuting di Kabupaten negeri seribu suluk ini." pungkasnya.
 
Diskominfo Rohul

Tags

Terkini