Kamis, 4 Juni 2026

Wakil Bupati Siak dan APINDO Diskusikan Program Percepatan Penurunan Stunting

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 2 Maret 2024 | 14:01 WIB
Hadir Diskusi Bersama APINDO Wabup Husni Paparkan Keberhasilan Kabupaten Siak Tekan Kasus Stunting (Foto: dok Nawacitapost.)
Hadir Diskusi Bersama APINDO Wabup Husni Paparkan Keberhasilan Kabupaten Siak Tekan Kasus Stunting (Foto: dok Nawacitapost.)

NAWACITAPOST.COM - Di tengah semangat kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan dunia usaha, Wakil Bupati Siak, Husni Merza, bergabung dalam diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk membahas Program Percepatan Penurunan Stunting. Acara tersebut berlangsung di RGE Technology Center, komplek Townsite I PT. RAPP, kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (28/2/2024).

Diskusi yang berlangsung hangat ini memberikan kesempatan bagi Wabup Husni Merza untuk memaparkan pencapaian yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten Siak dalam upaya menurunkan angka stunting sejak dua tahun lalu.

Pemerintah Kabupaten Siak mengakui bantuan yang diberikan oleh April Grub saat melakukan aksi konvergensi untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. "Alhamdulillah, APRIL melalui Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta terus membantu di beberapa titik yang menjadi fokus kami untuk penurunan stunting," ujar Wabup Husni Merza. 

Baca Juga: Satres Narkoba Polres Siak Berhasil Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Kandis

Selaku Ketua TPPS Kabupaten Siak, ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk terus menekan kasus stunting dari berbagai sisi agar angka stunting terus menurun. "Dari segi anggaran, pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan hal yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pemberantasan stunting, dari 214 miliar yang dianggarkan pada tahun 2023 menjadi 239 miliar untuk tahun 2024 ini," jelasnya.

Husni menambahkan bahwa Pemkab Siak menargetkan angka stunting di Kabupaten Siak berada di bawah 5 persen. Menurutnya, hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, mengingat saat ini ada satu kecamatan yang hanya memiliki satu anak stunting, yang disebabkan oleh penyakit bawaan.

"Dari 122 desa dan 9 kelurahan yang ada, 44 desa sudah bebas dari stunting. Kami yakin dan percaya dengan dukungan APINDO, RAPP, Tanoto Foundation, dan mitra-mitra APINDO lainnya, kami dapat mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Siak di masa yang akan datang," terangnya.

Baca Juga: Cegah Gangguan Kamtib, Tim Satops Patnal Lapas Banjarbaru Lakukan Razia Malam

Wakil Bupati Siak ini juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi pemerintah, yaitu memberikan pemahaman dan edukasi tentang stunting, karena kebanyakan anak yang terkena stunting berasal dari keluarga yang tidak kurang mampu. "Karena tanggung jawab sebagai kepala daerah yang diberikan amanah, kami ingin menciptakan SDM yang berkualitas yang nantinya akan berkontribusi bagi daerahnya dan bangsanya," jelasnya.

Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, sangat mengapresiasi upaya dan pencapaian Pemerintah Kabupaten Siak dalam menurunkan angka stunting. "Kabupaten Siak bisa menjadi contoh bagi daerah lain tentang bagaimana kolaborasi yang baik dapat terjalin antara Pemerintah dan dunia usaha," katanya.

"Kisah ini akan kami sampaikan agar dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mempercepat penurunan angka stunting. Dan semoga target Pemkab Siak di angka 5 persen dapat tercapai," tutupnya. (Sokhiaro Halawa)

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini