NAWACITAPOST.COM — Badai kejutan kembali menguncang dinamika pemerintahan. Di tengah langkah masif pengawalan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh keputusan dramatis Nanik S Deyang yang memilih lengser dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, alih-alih benar-benar hengkang, Istana bergerak cepat: pengalaman krusial Nanik dipastikan tak akan dibiarkan menguap begitu saja.
Meski baru menjabat selama 1,5 bulan, dedikasi serta gebrakan Nanik di tubuh BGN rupanya mengunci perhatian penuh Presiden Prabowo Subianto. Istana kini mengonfirmasi bahwa Nanik bakal menduduki posisi vital baru yang tak kalah strategis: Dewan Pengawas (Dewas) BGN.
Langkah Legowo di Tengah Ujian Kesehatan
Keputusan berat ini bermula dari ujian kesehatan yang dialami Nanik. Lewat unggahan emosional di akun Facebook pribadinya, ia berpamitan untuk fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan, Beliau menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulis Nanik menggetarkan publik.
Sikap legowo Nanik yang memilih mundur ketimbang sekadar mengambil cuti panjang mendapat penghormatan tinggi dari Kompleks Istana Kepresidenan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah sangat menghargai jiwa besar Nanik. Menurutnya, tidak ada yang bisa memaksakan keadaan ketika menyangkut urusan kesehatan pribadi.
Mensesneg: "Pengalaman Mengawal MBG Murni Alasan Presiden"
Pertanyaan publik mengenai posisi baru Nanik dijawab lugas oleh Istana. Mensesneg Prasetyo membeberkan bahwa struktur Dewan Pengawas memang sudah dirancang sejak awal dalam desain keorganisasian BGN.
Baca Juga: Usai Lepas Jabatan, Nanik S Deyang Kini Dibayang-bayangi Pemeriksaan Kejagung!
Penunjukan Nanik sebagai Dewas BGN bukanlah kompromi biasa, melainkan langkah strategis Presiden Prabowo yang sangat memperhitungkan jam terbang dan rekam jejak Nanik saat mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
-
Jejak Pengalaman: Sebelum dipercaya menjadi Kepala BGN, Nanik telah lebih dahulu mengabdi sebagai Wakil Kepala BGN.
-
Kontribusi Optimal: Pengalaman mendalam di lapangan dinilai menjadi modal berharga untuk mengawasi BGN dari sudut pandang yang berbeda.
"Tentu saja dengan pengalamannya, Bapak Presiden merasa Ibu Nanik masih bisa memberikan kontribusi yang optimal," ungkap Mensesneg Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Estafet Kepemimpinan: BGN Tetap Tancap Gas
Meskipun jabatan Kepala BGN terhitung amat singkat, gebrakan Nanik bersama jajaran pimpinan baru telah meletakkan fondasi kuat bagi tata kelola gizi nasional.