nasional

Tiwul Sebagai Alternatif Makanan di Tengah Harga Beras Tinggi

Selasa, 27 Februari 2024 | 22:16 WIB
Tiwul sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. (X)

NAWACITAPOST.COM - Di tengah melambungnya harga beras yang masih tinggi, tiwul, makanan khas Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat menjadi salah satu makanan alternatif yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundho Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, mengungkapkan bahwa tiwul dahulu menjadi makanan pokok sebagai pengganti nasi. Pada era 1970-an, sebagian besar masyarakat Gunungkidul mengkonsumsi tiwul campur nasi atau dikenal dengan tiwul pletik.

"Tiwul terbuat dari singkong kering atau gaplek yang sudah ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan sedikit air lalu digoyang dalam tampah atau tempat membersihkan beras. Setelah itu, dikukus, dan bisa dikonsumsi," jelas Mantara.

Baca Juga: APBN 2024 Catat Surplus Rp31,3 Triliun

Mantara juga menambahkan bahwa tiwul kenyangnya bisa dirasakan lebih lama. Bahkan, tiwul saat ini telah berbagai variasi seperti tiwul manis, goreng, instan, dan lainnya.

Pemkab Gunungkidul juga telah mendaftarkan tiwul sebagai bentuk kekayaan intelektual dan mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 

"Tiwul bisa menjadi alternatif di tengah melambungnya harga beras," kata Mantara.

Baca Juga: Sederet Film yang Pernah DIbintangi Yoon Hyun Soo Selain A Good Day to be A Dog, Apa Saja?

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menambahkan bahwa produksi singkong atau ubi kayu di Gunungkidul sebagai bahan utama pengolahan tiwul cukup tinggi, mencapai lebih dari 1 juta ton pada 2022.

Tags

Terkini