Jumat, 5 Juni 2026

APBN 2024 Catat Surplus Rp31,3 Triliun

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 27 Februari 2024 | 22:09 WIB
Ilustrasi APBN (Umsu)
Ilustrasi APBN (Umsu)

NAWACITAPOST.COM - Hingga Februari 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan tren positif yang menggembirakan.

Data per 31 Januari 2024, menunjukkan pendapatan negara yang masuk sebesar Rp 215,5 triliun atau sekitar 7,7 persen dari target APBN. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 184,2 triliun atau sekitar 5,5 persen dari target APBN.

Dengan demikian, APBN berhasil menciptakan surplus sebesar Rp 31,3 triliun atau sekitar 0,14 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional.

Baca Juga: Bulog Pastikan Cadangan Beras Cukup Untuk Kebutuhan Bulan Puasa Ramadhan dan Lebaran 2024

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Encep Dudi Ginanjar, menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah pertumbuhan global yang melambat.

Dia optimis bahwa perekonomian Indonesia akan terus tumbuh, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, konsumsi yang stabil, dan investasi yang mendukung kelangsungan aktivitas ekonomi.

"Kami juga optimistis perekonomian Indonesia dapat terus tumbuh,” ujar Encep, Selasa (27/2/2024).

Baca Juga: Banggar DPR RI Kritik Pembahasan Program Makan Gratis Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna

Sementara itu, dari segi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga 31 Januari 2024, bea cukai telah mengumpulkan Rp 22,9 triliun atau sekitar 7,1 persen dari target APBN. Meskipun terjadi penurunan sebesar -5,0 persen secara year-on-year (YoY).

"Karena perubahan pola pelunasan cukai hasil tembakau yang jatuh tempo pada awal Januari 2024, dialihkan pada Desember 2023," tutur Encep.

Adapun rincian penerimaan bea cukai yang mencapai Rp 17,9 triliun, yaitu bea masuk Rp 3,9 triliun serta bea keluar Rp 1,2 triliun. Penerimaan dari cukai bahkan berhasil menembus Rp 7,3 persen dari target APBN.

Baca Juga: Profil Muhadkly Acho, Sutradara Fenomenal di Balik Suksesnya Film Agak Laen dengan 7 Juta Penonton

Pertama, dari sisi bea masuk. Angka yang terkumpul sebesar Rp 3,9 triliun atau 6,7 persen dari target APBN. Capaian ini turun sebesar -5,8 persen YoY karena faktor penurunan tarif efektif dari 1,48 persen menjadi 1,38 persen, peningkatan utilisasi free trade agreement (FTA) dari 34.7 persen menjadi 35 persen, hingga kenaikan kurs dollar Amerika Serikat (AS) yang menembus angka Rp 15.526.

Kedua, dari sisi bea keluar. Angka yang dihimpun adalah Rp 1,2 triliun atau sekitar 6,6 persen dari target APBN, ternyata mengalami pertumbuhan 0,6 persen YoY. Hal ini terjadi karena relaksasi ekspor komoditas tembaga dan adanya penurunan harga produk-produk sawit.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini