NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota Surabaya tengah bergerak cepat dalam menanggapi lonjakan harga beras yang terjadi belakangan ini.
Melalui Dinas Ketahanan Panganan dan Pertanian (DKPP), Pemkot Surabaya telah merumuskan dua strategi penting dalam upaya mengendalikan harga komoditas beras di wilayahnya.
Langkah pertama yang diambil adalah berkoordinasi erat dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memastikan pasokan beras tetap stabil.
Baca Juga: Anggota Komisi A Josiah Michael Terus Awasi Perhitungan Suara di Kecamatan
Kemudian, langkah kedua dilakukan dengan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah atau wilayah penghasil beras, sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan pasokan kebutuhan pangan terjamin.
Wakil Walikota Surabaya, Armuji, yang turut melakukan pengecekan langsung di pasar Tambakrejo, menyatakan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Upaya stabilisasi harga pangan terus kita lakukan, memang untuk membeli beras SPHP dibatasi. Setiap orang maksimal 10 kilogram sehingga dapat merata," ujarnya.
Baca Juga: Siswa Surabaya, Yuk Daftar Paskibraka 2024! Ini Link nya
Harga beras SPHP ditetapkan sebesar Rp 10.900 per kilogram, dengan harapan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Armuji juga menjelaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan aspek distribusi dan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Sementara itu, Cak Ji, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya terus berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga pangan demi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Cegah Banjir Kiriman, Pemkot Surabaya Bangun Tanggul 2,5 Kilometer di Pakal
Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, diharapkan lonjakan harga beras dapat diredam dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Diharapkan, upaya yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya ini dapat memberikan dampak positif dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras bagi seluruh lapisan masyarakat di Surabaya.
Artikel Terkait
Kampung Herbal Nginden Surabaya, Abdul Ghoni: Potensi yang Siap Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan
Fasum Fasos Villa Kalijudan, Anggota Komisi C Sebut Bisa Dimanfaatkan Produksi Air Minum
612.529 Anak Surabaya Kini Memiliki Kartu Identitas Anak untuk Transaksi Katepay
Cegah Banjir Kiriman, Pemkot Surabaya Bangun Tanggul 2,5 Kilometer di Pakal
Siswa Surabaya, Yuk Daftar Paskibraka 2024! Ini Link nya