5. Pengalaman di legislatif, yudikatif maupun eksekutif.
Ganjar-Mahfud memiliki pengalaman sebagai legislator, khususnya di Komisi II DPR RI. Pengalaman ini dianggap mampu membantu dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Nias di tingkat nasional, terutama terkait pemekaran wilayah. Ganjar juga pernah duduk sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sementara Mahfud Md, pernah duduk sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), serta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.
6. Dukungan Partai yang Kuat
PDIP, partai yang memiliki pengaruh besar di Nias, dianggap memberikan dukungan kuat kepada pasangan Ganjar-Mahfud. Sejumlah tokoh Nias yang sukses berkarir politik memiliki latar belakang dari PDIP. Dua di antaranya Yasonna H Laoly dan Firman Jaya Daeli, yang keduanya sama-sama pernah menjadi Ketua DPP PDIP
Baca Juga: Malam Ini! Tabrak Prof Bersama Mahfud Md di Koat Kopi Seturan Jogja
7. Berkunjung ke Nias
Kunjungan Ganjar ke Nias pada September 2022 dan kontribusinya membantu mahasiswa asal Nias selama pandemi COVID-19 di Jawa Tengah dinilai sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada masyarakat Nias. Ganjar juga satu-satunya capres yang berkunjung ke Tano Niha.
8. Bebas dari Masalah Hukum
Ganjar dan Mahfud Md dianggap bersih dari catatan pelanggaran hukum, memberikan keyakinan bahwa kepemimpinan mereka akan berjalan sesuai dengan integritas dan kepatuhan hukum.
9. Visi Misi Ganjar
Visi dan misi Ganjar Pranowo-Mahfud Md, terutama terkait digitalisasi, pendidikan, dan kesehatan, dianggap sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Nias. Program internet gratis, sekolah gratis, dan pelayanan kesehatan di setiap desa menjadi poin krusial dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Nias.
Baca Juga: Jelajah Pulau Jawa, Berikut 6 Bus Pilihan dengan Pramugari Cantik
Dukungan ini tidak hanya menjadi momentum politik tetapi juga mencerminkan harapan dan aspirasi masyarakat Nias untuk masa depan yang lebih baik.