nasional

Kritik Jokowi, Din Syamsuddin Sebut Pilpres 2024 sebagai Demokrasi Terburuk dalam Sejarah Indonesia

Jumat, 2 Februari 2024 | 14:16 WIB
Din Syamsuddin menyebut Pilpres 2024 sebagai demokrasi terburuk dalam sejarah Indonesia. (X)

NAWACITAPOST.COM - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyampaikan keprihatinannya terhadap Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis (1/2/2024), Din menyebut Pilpres kali ini sebagai yang paling buruk dalam sejarah Indonesia.

Din Syamsuddin menyatakan keprihatinannya atas hilangnya etika politik berdasarkan Pancasila dan terjerumusnya kepemimpinan nasional ke titik terendah kewarganegaraan.

Menurutnya, Pilpres kali ini dicirikan oleh keberpihakan Presiden untuk memenangkan pasangan calon tertentu, yang mana terlihat melibatkan presiden dan jajaran pemerintah secara terlalu dalam dan demonstratif.

Baca Juga: Detaill Gaun Katy Perry Jadi Sorotan, Ternyata Karya Desainer Asal Indonesia!

"Pilpres 2024 yang paling buruk dalam sejarah Indonesia, dengan hilangnya etika politik berdasarkan Pancasila dan kepemimpinan nasional terjerembab ke titik nadir kenegarawanan," ucapnya. " ucap Din Syamsuddin dengan nada keprihatinan.

Meski menghadapi dinamika Pilpres yang sulit, Din Syamsuddin juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan jalannya Pemilu. Dia mengimbau agar masyarakat aktif dalam mencegah segala bentuk kecurangan dan menolak memilih partai atau pasangan capres-cawapres yang didukung oleh rezim yang berkuasa.

"Kami menyerukan kepada seluruh keluarga bangsa untuk mencegah terjadinya hal demikian, untuk itu harus menghalangi segala bentuk kecurangan, dan tidak memilih partai dan atau pasangan capres-cawapres yang didukung oleh rezim yang berkuasa," tambahnya.

Baca Juga: NasDem Minta Pengganti Mahfud Profesional dan Netral

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam Din Syamsuddin terhadap kualitas demokrasi di Indonesia dan menegaskan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga integritas proses pemilihan umum untuk menjaga fondasi demokrasi yang kuat di tanah air.

Tags

Terkini