Baca Juga: Manfaatkan Lahan Kosong Guna Program Ketahanan Pangan, Rutan Humbang Hasundutan Kembali Tanam Kol
Menurutnya, kekerasan semacam ini tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merusak rasa aman generasi muda. Ia mendesak pemerintah dan aparat untuk bertindak tegas, hukum harus ditegakkan bukan sekadar mendamaikan, agar kejadian serupa tidak terulang dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang damai dan inklusif. Kepada gereja ia menegaskan, “Kita harus terus mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kasih, keadilan, kesetaraan, menerima perbedaan, cinta damai, anti kekerasan dan kejujuran sebagai standar-standar kualitas moral dan peri kemanusiaan bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Pro Ecclesia et Patria
Antonius Natan
Dosen | Ketua PEWARNA Indonesia | Ketua Komisi Infokom PGLII