Kamis, 4 Juni 2026

Dukung Penataan Parkir Tunjungan, Wakil ketua DPRD Surabaya: Jangan Korbankan UMKM!

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 14:57 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah (Istimewa-Nawi)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, menyampaikan dukungannya terhadap penataan parkir di kawasan Jalan Tunjungan. Namun ia memberi peringatan tegas kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar tidak abai terhadap nasib para pelaku UMKM dan pengusaha kecil di kawasan tersebut.

“Prinsipnya kami mendukung penuh kebijakan ini, tapi pemulihan dampak ekonomi juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai penataan membuat kawasan indah, tapi usaha di sekitarnya malah meredup,” tegas Laila, Selasa (5/8/2025).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai bahwa penataan parkir merupakan langkah positif untuk meningkatkan daya tarik wisata kawasan Tunjungan, yang dikenal sebagai ikon kota Surabaya.

“Saya mendukung penataan parkir di Tunjungan. Diatur biar nyaman untuk semua. Kawasan Tunjungan itu salah satu destinasi kota yang harus dijaga keindahannya,” ujarnya.

Menurut Laila, penataan tersebut bisa memperkuat citra “Tunjungan Romansa” sebagai ruang publik yang bersih, ramah pejalan kaki, dan memiliki daya tarik visual kuat.

“Panorama Tunjungan Romansa akan makin terasa. Saya teringat lagu, ‘Rek Ayo Rek, Mlaku-mlaku nang Tunjungan’. Dengan penataan parkir ini, lalu lintas juga lebih lancar dan nyaman bagi pengunjung yang ingin berjalan kaki,” tambahnya.

Penataan ini merupakan hasil koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bersama Satlantas Polrestabes Surabaya, yang ditindaklanjuti Wali Kota Eri Cahyadi melalui kebijakan penghapusan parkir di tepi jalan umum (TJU).

Sejumlah lokasi parkir alternatif telah disiapkan Pemkot, seperti Gedung Siola, Gedung TEC, Jalan Tanjung Anom, Jalan Genteng Besar, Halaman Kantor BPN, Sentral Tunjungan (Excelso), dan Pasar Tunjungan.

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Laila memberikan catatan serius agar Pemkot tidak hanya fokus pada aspek estetika kota. Ia meminta perhatian serius terhadap keberlangsungan ekonomi para pelaku UMKM yang terdampak langsung oleh perubahan sistem parkir ini.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui dengan jelas letak kantong parkir maupun akses menuju lokasi. Informasi melalui media sosial, papan petunjuk, dan koordinasi dengan pelaku usaha menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih jauh, Laila menuntut agar Pemkot aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap pelaku usaha yang beroperasi di sekitar Jalan Tunjungan.

“Pemkot harus proaktif memperhatikan dampak ekonomi yang mungkin dirasakan pelaku usaha. Proses adaptasi ini harus disertai komunikasi yang terbuka dan program pendampingan konkret agar para pengusaha tidak merasa dirugikan,” tutupnya. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini