"Fakta yang ada, seperti impor gula yang tidak dijawab secara tuntas, menunjukkan inkonsistensi dalam pernyataan dan tindakan. Ini menciptakan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi yang diusung oleh Gibran," katanya.
Seiring itu, kritik juga ditujukan pada rezim yang cenderung mengabaikan aspek lingkungan, terutama dalam kasus pelanggaran amdal.
Diskusi ini membahas kembali pertanyaan yang diajukan oleh pakar, di mana terjadi ketidaksesuaian antara janji dan tindakan yang dilakukan oleh Gibran.
"Menurut saya, apapun yang dikatakan gibran sekarang ini terbantahkan oleh fakta yang sudah terjadi ya," katanya.
Dalam konteks produksi nikel, ada pernyataan kontroversial yang mengaitkan Gibran dengan penurunan harga nikel di pasar dunia.
Baca Juga: Awali Pekan Melalui Apel Pagi Pegawai, Karutan Kelas IIB Sukadana Ingatkan 3 (tiga) Hal Penting
Kritik yang dilontarkan terkait kebijakan dan pandangan ekonomi yang diusung oleh Gibran dalam hal ini.
Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi dan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.
Kritik yang mengemuka juga mencermati hubungan antara Gibran dan Tom Lembong.
Pernyataan Lembong terkait produksi nikel yang berlebihan dan dampaknya terhadap harga nikel di dunia menimbulkan pertanyaan tentang dukungan Gibran terhadap sektor tersebut.
Sebagai calon wakil presiden, seharusnya Gibran memberikan klarifikasi atau dukungan yang lebih jelas terkait kebijakan ekonomi yang diusungnya.
Dengan demikian, meskipun ada klaim bahwa apa yang dikatakan Gibran adalah jawaban yang normatif, fakta-fakta yang ada menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara retorika dan realitas.