NAWACITAPOST.COM - Pada debat keempat calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka dipandang gagal oleh beberapa pihak.
Namun, ada yang menganggapnya sebagai jawaban yang normatif.
Dikutip dari akun Tiktok @beritapolitikpalembang, Komika Abdurrahim Arsyad memaparkan beberapa hal.
Namun, sejumlah fakta telah menolak klaim tersebut. Diskusi ini menyoroti beberapa pernyataan dan pandangan Gibran yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.
Salah satu kritik datang dari seorang komika Abdurrahim Arsyad yang menyebut bahwa jawaban Gibran "dipatahkan dengan kenyataan yang sudah ada."
Meskipun beberapa orang mungkin setuju bahwa tiga tiganya normatif, namun ada pandangan bahwa Gibran paling normatif di antara mereka.
Meskipun demikian, apa pun jawabannya, terbantahkan dengan apa yang sudah terjadi.
"Gibran banyak membicarakan hilirisasi industri sebagai solusi untuk memperbanyak lapangan pekerjaan," kata komika Abdurrahim Arsyad dikutip Nawacitapost, Senin (22/1/2023).
Namun, beberapa argumen diungkapkan mengenai tenaga kerja asing dan dampaknya di berbagai daerah seperti Morowali, Mahera, dan Maluku Utara.
Diskusi ini juga mencermati pernyataan Gibran mengenai pembukaan lapangan pekerjaan melalui investasi asing, terutama dalam sektor tambang.
Pertanyaan kritis diajukan terkait kebijakan impor, khususnya dalam konteks pernyataan sebelumnya pada tahun 2019 yang menolak impor.
Artikel Terkait
Terima Kunker Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM, Ini Arahan Kakanwil Kemenkumham Riau Ke Jajarannya
Waspada Jangan-jangan, Lapas Kelas IIA Sibolga Kanwil Kemenkumham Sumut Rutin Laksanakan Kontrol Keliling
Ka.KPLP Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Pimpin Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara WBP
Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Hadiri Undangan Supervisi Serta Pembuatan Naskah Perjanjian Kerja Sama
Laksanakan Apel, Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Tekankan Disiplin Pegawai