Minggu, 19 Juli 2026

Kritik Terhadap Kinerja Gibran dalam Debat Keempat Cawpres, Komika Ini Paparkan Fakta dan Realitas

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 22 Januari 2024 | 13:39 WIB
Komika ini sebut debat cawapres keempat Gibran dianggal gagal (foto: capture tiktok)
Komika ini sebut debat cawapres keempat Gibran dianggal gagal (foto: capture tiktok)

NAWACITAPOST.COM - Pada debat keempat calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka dipandang gagal oleh beberapa pihak.

Namun, ada yang menganggapnya sebagai jawaban yang normatif.

Dikutip dari akun Tiktok @beritapolitikpalembang, Komika Abdurrahim Arsyad memaparkan beberapa hal.

Baca Juga: Laksanakan Apel, Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Tekankan Disiplin Pegawai

Namun, sejumlah fakta telah menolak klaim tersebut. Diskusi ini menyoroti beberapa pernyataan dan pandangan Gibran yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.

Salah satu kritik datang dari seorang komika Abdurrahim Arsyad yang menyebut bahwa jawaban Gibran "dipatahkan dengan kenyataan yang sudah ada."

Meskipun beberapa orang mungkin setuju bahwa tiga tiganya normatif, namun ada pandangan bahwa Gibran paling normatif di antara mereka.

Baca Juga: Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Hadiri Undangan Supervisi Serta Pembuatan Naskah Perjanjian Kerja Sama

Meskipun demikian, apa pun jawabannya, terbantahkan dengan apa yang sudah terjadi.

"Gibran banyak membicarakan hilirisasi industri sebagai solusi untuk memperbanyak lapangan pekerjaan," kata komika Abdurrahim Arsyad dikutip Nawacitapost, Senin (22/1/2023).

Namun, beberapa argumen diungkapkan mengenai tenaga kerja asing dan dampaknya di berbagai daerah seperti Morowali, Mahera, dan Maluku Utara.

Diskusi ini juga mencermati pernyataan Gibran mengenai pembukaan lapangan pekerjaan melalui investasi asing, terutama dalam sektor tambang.

Baca Juga: Waspada Jangan-jangan, Lapas Kelas IIA Sibolga Kanwil Kemenkumham Sumut Rutin Laksanakan Kontrol Keliling

Pertanyaan kritis diajukan terkait kebijakan impor, khususnya dalam konteks pernyataan sebelumnya pada tahun 2019 yang menolak impor.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini