nasional

Tingkat Kejahatan Indonesia Nomor Dua di ASEAN, Brankas Baluse Relevan Digunakan

Rabu, 4 Juni 2025 | 16:49 WIB
Tingkat kriminalitas di Indonesia cukup tinggi di Asean. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Indonesia kini menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan. Sebab, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan angka kriminalitas tertinggi di kawasan ASEAN.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, jumlah kasus kriminal di Indonesia mencapai 584.991. Hal ini berarti rata-rata terjadi satu tindak kejahatan setiap 53 detik.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat satu kejadian setiap 1 menit 24 detik. Laporan Global Organized Crime Index 2023 yang diterbitkan oleh Global Initiative Against Transnational Organized Crime (GI-TOC) juga mengungkap tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia.

Institusi tersebut juga menyoroti rendahnya ketahanan nasional dalam menghadapi kejahatan. Pengukuran indeks kriminalitas dan ketahanan ini dilakukan berdasarkan dua dimensi utama, yakni aktivitas kriminal dan kemampuan negara untuk menanggulangi kejahatan.

Baca Juga: Ini 10 Negara dengan Angka Kejahatan Tertinggi Tahun Ini, Nomor Dua Tetangga Indonesia!  

Apalagi, secara global, Indonesia berada di peringkat ke-20 dari 193 negara dalam hal tingkat kriminalitas, dan menempatkannya di urutan kedua di ASEAN setelah Myanmar. Di kawasan Asia, Indonesia menempati posisi ke-8 dari 46 negara.

Berikut rincian peringkat negara-negara ASEAN menurut Global Organized Crime Index 2023:

  1. Myanmar (peringkat 1 di ASEAN, skor kriminalitas 8,15)
  2. Indonesia (peringkat 2 di ASEAN, skor kriminalitas 6,85)
  3. Kamboja (peringkat 2 di ASEAN, skor kriminalitas 6,85)
  4. Filipina (peringkat 4 di ASEAN, skor kriminalitas 6,63)
  5. Vietnam (peringkat 5 di ASEAN, skor kriminalitas 6,55)
  6. Malaysia (peringkat 6 di ASEAN, skor kriminalitas 6,23)
  7. Thailand (peringkat 7 di ASEAN, skor kriminalitas 6,18)
  8. Laos (peringkat 8 di ASEAN, skor kriminalitas 6,12)
  9. Timor Leste (peringkat 9 di ASEAN, skor kriminalitas 4,08)
  10. Singapura (peringkat 10 di ASEAN, skor kriminalitas 3,47)
  11. Brunei Darussalam (peringkat 11 di ASEAN, skor kriminalitas 2,85)

Kondisi kriminalitas tinggi di Indonesia didorong oleh berbagai faktor. Antara lain meliputi perdagangan manusia, perdagangan barang ilegal, dan aktivitas kejahatan siber.

Baca Juga: Sidang Raya Perdana GBN Resmi Digelar di Balikpapan, Tetapkan Arah Pelayanan Nasional  

Skor tinggi pada indikator perdagangan manusia dan barang ilegal mengindikasikan bahwa kedua jenis kejahatan ini merupakan masalah serius yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kriminalitas. Selain itu, aktor kriminal yang berperan juga tidak hanya dari kalangan kriminal biasa, tapi juga melibatkan aparatur negara dan sektor swasta, yang menunjukkan kompleksitas jaringan kejahatan di tanah air.

Sayangnya, ketahanan Indonesia terhadap kriminalitas masih sangat rendah, dengan skor 4,25 yang menempatkannya jauh di bawah rata-rata global dan regional. Aspek penegakan hukum, kebijakan keamanan, serta dukungan sosial dan finansial masih belum optimal, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi upaya pengendalian kejahatan.

Indikator bantuan internasional menjadi salah satu aspek yang memiliki skor relatif lebih baik. Hal ini enandakan adanya dukungan dari luar negeri, namun hal ini belum cukup untuk mengatasi masalah keamanan secara menyeluruh.

Brankas Baluse Jadi Solusi Cegah Kejahatan

Brankas Baluse sangat memperhatikan kenyamanan pengguna dengan rak dan laci luas. (Istimewa)

Halaman:

Tags

Terkini