NAWACITAPOST.COM - Tingkat kejahatan di berbagai belahan dunia terus menjadi sorotan global. Faktor-faktor seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, pengangguran, lemahnya sistem hukum, serta konflik bersenjata menjadi penyebab utama tingginya angka kriminalitas di sejumlah negara.
Di sisi lain, negara-negara dengan sistem hukum yang kuat dan penegakan yang tegas terbukti mampu menjaga stabilitas dan keamanan masyarakatnya. Tahun 2025 mencatat perbedaan mencolok antara negara dengan tingkat kejahatan rendah dan negara yang masih bergelut dengan kekacauan sosial.
Dalam laporan dari worldpopulationreview, tercatat 10 negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia. Sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik, geng kriminal, perdagangan narkoba, hingga lemahnya kontrol terhadap senjata ilegal.
Beberapa negara bahkan mendapat peringatan perjalanan dari berbagai pemerintah, karena situasi keamanannya dinilai berbahaya bagi wisatawan. Berikut adalah 10 negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia pada tahun 2025.
Baca Juga: Sidang Raya Perdana GBN Resmi Digelar di Balikpapan, Tetapkan Arah Pelayanan Nasional
1. Venezuela
Venezuela menempati posisi pertama dengan indeks kejahatan sebesar 82,1. Negara ini menghadapi krisis multidimensi yang parah, termasuk korupsi yang meluas, sistem hukum yang tidak berfungsi, serta hilangnya aturan hukum yang menyebabkan kekacauan di berbagai wilayah.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan Venezuela pada status peringatan perjalanan Level 4, yang berarti sangat tidak aman untuk dikunjungi. Ketidakstabilan ini berdampak langsung pada meningkatnya kejahatan, baik di kota besar maupun daerah terpencil.
2. Papua Nugini
Dengan indeks kejahatan 80,4, Papua Nugini menghadapi gelombang kejahatan yang dipicu oleh perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak seimbang. Geng kriminal lokal seperti Raskol mendominasi aktivitas kejahatan, baik skala kecil maupun besar.
Sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan dengan tingkat pendidikan rendah dan akses pekerjaan yang terbatas. Selain itu, kondisi geografis Papua Nugini menjadikannya wilayah strategis bagi jaringan perdagangan narkoba dan manusia, memperparah kompleksitas kejahatan di negara tetangga Indonesia ini.
3. Afghanistan
Afghanistan masih berjuang dengan berbagai bentuk kejahatan, mulai dari korupsi hingga perdagangan narkoba. Negara ini merupakan penghasil opium ilegal terbesar di dunia, menyumbang hingga 85 persen pasokan global pada 2020.
Baca Juga: Lirik Lahan Baru di Luar Jawa, Metland Fokus ke Kawasan Manado
Meski Taliban menyatakan akan menutup industri opium sejak kembali berkuasa pada 2021, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan besar karena industri ini telah menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Kejahatan lain seperti penculikan, pembunuhan kontrak, dan perampokan masih marak terjadi akibat tingginya pengangguran dan lemahnya penegakan hukum.
4. Haiti
Kekacauan politik di Haiti telah menciptakan ruang bagi pertumbuhan geng bersenjata yang kini menguasai sebagian besar wilayah ibu kota, Port-au-Prince. Pada tahun 2023 saja, tercatat hampir 5.000 pembunuhan dan lebih dari 2.400 penculikan.
Artikel Terkait
Upaya Deteksi Dini Pastikan Bebas Halinar, Kalapas Kotapinang Pimpin Penggeledahan Kamar Hunian
Achmad Hidayat Ajak Kibarkan Bendera PDI Perjuangan sebagai Api Ideologi di Bulan Bung Karno
Disemprot Bupati Aep, Satker PU Janji Perbaikan Jalan Rusak Jatisari Mulai Dikerjakan Sabtu Ini
Forum Purnawirawan TNI Desak DPR dan MPR Proses Pemakzulan Gibran
Raya Darmo 30 Hilang! Sejarah Surabaya Dihapus Seperti Rumah Bung Tomo di Mawar 10