Minggu, 19 Juli 2026

Ini 10 Negara dengan Angka Kejahatan Tertinggi Tahun Ini, Nomor Dua Tetangga Indonesia!  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 4 Juni 2025 | 15:03 WIB
Ilustrasi kejahatan.  (RSJ Aceh)
Ilustrasi kejahatan. (RSJ Aceh)

Infrastruktur penting seperti pelabuhan dan terminal bahan bakar bahkan telah jatuh ke tangan geng. Masuknya senjata dan narkoba dari negara tetangga juga menambah beban keamanan nasional, membuat pemerintah kewalahan dalam menangani gelombang kekerasan yang terus meningkat.

5. Afrika Selatan

Afrika Selatan dikenal dengan tingkat kekerasan yang sangat tinggi, termasuk kasus rudapaksa, pembunuhan, dan penyerangan. Akar masalah ini berkaitan erat dengan ketimpangan sosial, kemiskinan, dan pengangguran.

Baca Juga: Metland Bagikan Dividen Rp86,12 Miliar, Cek Jadwal Pembayarannya!  

Selain itu, budaya kekerasan yang sudah mengakar memperburuk situasi. Penelitian oleh South African Medical Research Council menemukan bahwa lebih dari 1 dari empat pria yang disurvei mengaku pernah melakukan rudapaksa, menunjukkan bahwa kekerasan seksual telah menjadi isu serius di negara ini.

6. Honduras

Honduras mencatat indeks kejahatan sebesar 74,3. Negara ini menjadi jalur utama penyelundupan narkoba menuju Amerika Serikat dan mengalami krisis keamanan terutama akibat dominasi geng seperti Barrio 18 dan Mara Salvatrucha.

Puncak kekerasan tercatat pada tahun 2012, dengan 20 kasus pembunuhan per hari. Penegakan hukum yang lemah membuat geng-geng ini semakin sulit dikendalikan. Pemerintah Amerika Serikat pun menetapkan peringatan perjalanan Level 3, menyarankan warga untuk mempertimbangkan kembali kunjungan ke negara tersebut.

7. Trinidad dan Tobago

Dengan indeks kejahatan 70,8, negara ini menghadapi tantangan dari berbagai sisi. Geng kriminal, permintaan tinggi terhadap senjata ilegal, dan lemahnya sistem hukum berkontribusi terhadap peningkatan kejahatan.

Baca Juga: Resmi Jabat Kepala Rutan Larantuka, Loviga Ferdinanta Sembiring Siap Bawa Semangat Baru

Pemerintah juga menghadapi hambatan dari birokrasi dalam melakukan reformasi keamanan. Wisatawan kerap menjadi sasaran pencopetan, penipuan, dan kekerasan fisik, yang membuat negara ini mendapat status perjalanan Level 3 dari pemerintah AS.

8. Suriah

Suriah tidak hanya menghadapi dampak dari konflik berkepanjangan, tetapi juga menjadi pusat produksi Captagon, sejenis amfetamin yang diperdagangkan untuk mendanai kelompok-kelompok bersenjata. Daerah-daerah yang dikuasai milisi mengalami pemerasan dan pemalakan secara luas.

Kejahatan seperti perdagangan manusia dan penyelundupan senjata menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ekonomi yang runtuh akibat perang turut mendorong penyelundupan barang palsu dan tembakau. Kondisi tersebut menempatkan Suriah dengan tingkat kejahatan 69,1.

Baca Juga: Cak YeBe: Saatnya Hunian Murah dan Terintegrasi Jadi Prioritas Surabaya

9. Guyana

Guyana memiliki tingkat pembunuhan empat kali lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, dengan indeks kejahatan 68,8. Kejahatan bersenjata, kekerasan dalam rumah tangga, serta pencurian merupakan kejahatan yang umum terjadi, terutama di ibu kota Georgetown.

Meskipun ada regulasi ketat terkait kepemilikan senjata, penggunaannya oleh pelaku kriminal tetap tidak terkendali. Wisatawan juga rentan terhadap perampokan dan penyerangan.

10. Peru

Peru dikenal sebagai salah satu produsen kokain terbesar di dunia. Aktivitas kejahatan terorganisasi di negara ini sangat dipengaruhi oleh jaringan perdagangan narkoba, terutama di wilayah penghasil koka seperti VRAEM.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini