NAWACITAPOST.COM - Pengusaha Baringin Panggabean menggelar pertemuan dengan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, dan perwakilan Daewoo Engineering & Construction (Daewoo ENC) dari Korea Selatan pada Rabu, 21 Mei 2025 lalu. Pertemuan ini diadakan untuk membahas rencana pengembangan rumah rakyat, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baringin menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Presiden sebelumnya berfokus pada kemampuan Daewoo dalam berbagai bidang, seperti pengembangan real estate, infrastruktur, energi, hingga perencanaan kota. Salah satu contoh sukses yang disebutkan adalah proyek smart city yang dikembangkan Daewoo di Vietnam.
Gagasan mengenai smart city kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih mendalam mengenai kebutuhan akan hunian layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Daewoo sebagai perusahaan yang selama ini dikenal dengan spesialisasi di sektor menengah ke atas, menunjukkan keterbukaan untuk ikut mendukung pembangunan rumah rakyat.
Chairman Daewoo, Jung Wonju, disebut akan menjajaki kemungkinan menggandeng para produsen dan kontraktor dari asosiasi yang dipimpinnya untuk ikut berkontribusi dalam proyek ini. Asosiasi tersebut mencakup pelaku industri dari berbagai lapisan, termasuk yang bergerak di segmen perumahan untuk masyarakat kelas bawah.
Diskusi juga mencakup rencana pembangunan pusat kebudayaan Korea di Lippo Karawaci yang akan dikombinasikan dengan program perumahan rakyat. Baringin menyebut bahwa pembicaraan berlangsung dalam suasana yang positif dan saling memahami.
Ia menegaskan bahwa pendanaan dari pihak Daewoo telah disiapkan dan mereka menunjukkan komitmen kuat untuk membantu mewujudkan visi Presiden Prabowo. “Jadi memang pertemuan tadi sudah klik antara kedua pihak. Jadi kami hanya menunggu semoga ini bisa terwujud. Sementara itu yang kita bisa buat sekarang adalah melakukan dialog,” ujar Baringin saat ditemui tim Nawacitapost.com.
Hashim dan Maruarar menyampaikan apresiasi kepada Baringin karena telah menghadirkan langsung Chairman Daewoo dalam pertemuan tersebut. Sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen, keputusan investasi berada di tangan Jung Wonju yang menyatakan siap menggelontorkan dana hingga 1 miliar dolar Amerika Serikat untuk proyek kerja sama ini.
Alasan kuat di balik urgensi proyek ini adalah kondisi nyata bahwa sekitar 27 juta warga Indonesia masih hidup dalam kondisi tidak layak. Dari jumlah tersebut, terdapat 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah layak huni.
Baca Juga: Jadi Simbol Kemajuan Kota Makassar, CitraLand City CPI Makassar Sabet Penghargaan Asia Pacific
Target dari Satgas Perumahan yang dipimpin Hashim adalah menyasar pembangunan 15 juta rumah untuk keluarga tersebut. Program ini akan memprioritaskan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk prajurit TNI berpangkat rendah. Baringin menyebut bahwa hal ini sejalan dengan program prioritas Prabowo.
Dalam pembahasan bentuk kerja sama, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perumahan akan menyiapkan lahan sepenuhnya. Lahan-lahan milik instansi negara seperti PT Kereta Api Indonesia disebut sebagai salah satu sumber potensial. Selain itu, ada wacana pemanfaatan aset tanah yang berasal dari sitaan kasus korupsi, meskipun hal ini masih dalam tahap eksplorasi awal.
Hashim menyatakan bahwa ketersediaan tanah bukan hambatan utama. Namun, saat ini yang dibutuhkan adalah investasi untuk pembangunan fisik rumah.
"Saya sangat menangkap bahwa Hashim sebenarnya mengatakan bahwa masalah tanah tidak usah dipusingkan karena kami siap. Maksudnya Pemerintah Indonesia," kata Baringin.