Minggu, 19 Juli 2026

Terima Laporan Perundungan, Abdul Ghoni: Sekolah Harus Aman, Guru Jangan Diam!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 23 Mei 2025 | 17:12 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am (Nawi)
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, bertindak cepat setelah menerima laporan kasus perundungan di salah satu SD Negeri di Surabaya. Tanpa menunggu lama, Jumat pagi (23/5/2025), ia langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut.

“Ini kan gak benar, dan seharusnya tenaga pendidik atau guru jangan diam saja ketika terjadi hal semacam ini di lingkungan sekolahnya. Karena apa, kami khawatir dampak psikis siswa ketika terjadi perundungan akhirnya takut masuk sekolah,” tegas Ghoni kepada wartawan di lokasi.

Langkah Ghoni, yang dikenal aktif mengawal isu pendidikan di Kota Surabaya, merupakan bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia menyebut, sidak ini bukan hanya respons terhadap laporan yang masuk, tetapi juga bagian dari komitmen mendorong sistem pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Baca Juga: SWK Ikan Duyung Resmi Dibuka, Buleks: Harus Jadi Magnet Ekonomi Warga!

“Orang tua juga jangan 100 persen menyerahkan anak didiknya ke sekolah. Ada peran yang lebih besar orang tua untuk memantau dan mendidik anaknya di rumah maupun di lingkungannya,” ujar legislator dua periode ini.

Selain itu, Ghoni mengingatkan pentingnya pelibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua dalam edukasi anti perundungan. Ia juga menyinggung peran strategis guru yang tidak boleh berhenti di ranah akademik saja.

Ia merujuk pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menyatakan bahwa guru harus menjadi pembimbing karakter anak dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. “Guru diharapkan menjadi mitra utama dalam memperkuat pendidikan karakter, aktif berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat, dan terlibat langsung dalam berbagai program di satuan pendidikan,” ucapnya.

Baca Juga: Ultimatum Lurah-Camat, Cak YeBe: Jangan Ada Titipan dalam Pembentukan Koperasi Merah Putih!

Ketika ditanya soal tanggung jawab Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ghoni mendesak agar dilakukan sosialisasi menyeluruh mengenai peran guru, baik sebagai pengajar maupun pembentuk karakter.

“Dalam hal ini saya mendukung penuh upaya peningkatan kualitas dan perlindungan peserta didik melalui pendekatan holistik dan kolaboratif,” pungkasnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini